16 Tipe Manajer
Dalam kursus yang telah berjalan selama 20 tahun, Briggs dan Myers mengembangkan suatu test preferensi yang menunjukkan kepribadian individu. Tes ini tidak mengukur intelegensi, motivasi, kedewasaan, atau kesehatan mental seorang manajer. Teori dari kursus ini membagi manusia menjadi 16 Tipe Kepribadian yang berbeda, sesuai dengan 4 dimensi yang telah ditentukan. Setiap tes MBTI – Myers Briggs Type Indicator, petunjuk tipe Myers Briggs mempunyai 100 pertanyaan tentang apa dan bagaimana yang dirasakan, serta yang akan dilakukan oleh seseorang dalam situasi tertentu. Contohnya, dalam sebuah acara perkenalan, apakah seseorang sering terlebih dahulu memperkenalkan dirinya atau menunggu untuk diperkenalkan. Karena sifat extrovert cenderung untuk memperkenalkan dirinya terlebih dahulu, sedangkan introvert condong untuk diperkenalkan.
Apakah seorang manajer mempunyai suatu tugas yang bervariasi, atau suatu tugas yang monoton/rutin? Sebab tipe judging condong menerima tugas yang bervariasi dan tipe perceiving cenderung pada tugas rutin. Apakah seorang manajer lebih suka bekerja sama dengan seseorang yang ramah dan berterus terang? Tipe feeling senang pada karyawan yang ramah dan tipe thinking lebih suka kepada karyawan yang berterus terang. Dari penyelidikan tes MBTI dinyatakan 60% manajer pada umumnya adalah pemikir.
Menurut penerbit buku test MBTI – Consulting Psychologist Press di Palo Arto, California, 1,5 juta masyarakat di Amerika Serikat mengikuti tes MBTI. Tes ini sangat populer di Amerika Serikat. Peserta dari tes ini bukan hanya perusahaan-perusahaan seperti Allied-Signal, Apple, AT&T, Citicorp, Exxon, dan lain sebagainya, tetapi juga digunakan di rumah sakit, angkatan bersenjata Amerika Serikat dan bahkan gereja.
Ke 16 Tipe Kepribadian Manajer tersebut ialah :
ISTJ : Introvert, Sensing, Thinking, Judging ; Tipe ISTJ mempunyai sifat serius, tenang, penuh konsentrasi dan logis. Seorang manajer yang bertipe ISTJ bertanggung jawab penuh dalam pekerjaannya dan segala tugasnya dikerjakan dengan praktis berdasarkan fakta yang ada.
ISFJ : Introvert, Sensing, Feeling, Judging ; Tipe ISFJ mempunyai sifat tenang, ramah, bertanggung jawab, teliti, setia dan baik budi. Tipe ISFJ mengungkapkan seorang manajer yang tekun bekerja untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.
ISTP : Introvert, Sensing, Thinking, Perceiving ; Tipe ISTP mempunyai sifat tenang, pendiam dan analitis. Manajer bertipe ISTP merupakan manajer yang melaksanakan tugasnya dengan serius dan teliti.
ISFP : Introvert, Sensing, Feeling, Perceiving ; Tipe ISFP mempunyai sifat malu, sangat ramah, sensitive dan rendah hati. Manajer bertipe ISFP adalah pekerja yang setia, tidak suka berdebat dan sering mengerjakan tugasnya dengan rileks.
ESTP : Extrovert, Sensing, Thinking, Perceiving ; Tipe ESTP mempunyai sifat tidak tergesa-gesa, penerima dan tidak sensitif. Tipe ini mengungkapkan seorang manajer yang tidak “ngoyo” dalam pekerjaan.
ESFP : Extrovert, Sensing, Feeling, Perceiving ; Tipe ESFP mempunyai sifat ramah, tidak suka repot, humoris, dan mudah beradaptasi. Tipe ini menyatakan seorang manajer yang lebih mengutamakan kenyataan daripada teori dalam pekerjaannya.
ESTJ : Extrovert, Sensing, Thinking, Judging ; Tipe ESTJ mempunyai sifat praktis, realistis dan tidak suka berkhayal. Manajer bertipe ESTJ tidak tertarik pada hal-hal yang tidak berguna, senang berorganisasi dan melakukan segala aktivitas.
ESFJ : Extrovert, Sensing, Feeling, Judging ; Tipe ESFJ mempunyai sifat ramah, suka bicara, teliti, dan memimpin. Dalam melakukan pekerjaannya, manajer bertipe ESFJ ini memerlukan keharmonisan dan dukungan semangat. Ia tertarik pada pemikiran yang abstrak.
INFJ : Introvert, Intuitive, Feeling, Judging ; Tipe INFJ ini mempunyai sifat sering memaksa, teliti, sering ikut campur dan tekun. Tipe ini adalah tipe manajer yang tekun bekerja dan terkenal dengan buah pikirannya yang cemerlang.
INTJ : Introvert, Intuitive, Thinking, Judging ; Tipe INTJ mempunyai sifat ragu-ragu, kritis, bebas dan keras kepala. Tipe manajer ini dapat menyalurkan ide, dan pikirannya yang cemerlang dalam pekerjaannya.
INFP : Introvert, Intuitive, Feeling, Perceiving ; Tipe INFP mempunyai sifat senang mempelajari sesuatu yang baru, ramah dan mudah dipercaya. Tipe ini mengungkapkan manajer tersebut senang bekerja.
INTP : Introvert, Intuitive, Thinking, Perceiving ; Tipe INTP mempunyai sifat tenang, pendiam dan apatis. Tipe ini ialah tipe manajer yang senang melakukan tugasnya berdasarkan teori.
ENFP : Extrovert, Intuitive, Feeling, Perceiving ; Tipe ENFP bersifat antusias, bersemangat tinggi, banyak akal dan imajinatif. Seorang manajer yang mampu melakukan semua tugas yang diberikan kepadanya. Ia dapat membantu memecahkan problem perusahaan.
ENTP : Extrovert, Intuitive, Thinking, Perceiving ; Tipe ENTP ini bersifat cepat dan banyak akal. Tipe ini adalah tipe manajer yang senang berdebat dan mengabaikan tugas yang dianggapnya rutin.
ENFJ : Extrovert, Intuitive, Feeling, Judging : Tipe ini bersifat ramah, populer, dan sensitif terhadap pujian maupun kritik. Tipe manajer ini adalah tipe seseorang yang mau mendengarkan pendapat dan merasakan kesulitan orang lain.
ENTJ : Extrovert, Intuitive, Thinking, Judging ; Tipe ini bersifat ramah, berterus terang, tegas dan berjiwa pemimpin. Ini adalah tipe seorang manajer yang menghargai suatu alasan yang tepat dan masuk akal. Pemecah masalah.
Banyak perusahaan menggunakan proses MBTI dalam program mengembangkan manajemen mereka untuk menolong para manajer agar lebih mengetahui karakter mereka yang sesungguhnya, dan mengerti pendapat orang lain serta menciptakan kerja sama yang baik. Disamping itu, tes ini juga berguna untuk memberi pekerjaan, evaluasi prestasi dan negosiasi perencanaan pemasaran, dalam suatu perusahaan. Anda termasuk yang mana? (HL)
Sumber: www.withhenny.co, jawaban.com
Source: http://www.resep.web.id/career/anda-termasuk-tipe-mana-enam-belas-tipe-manajer.htm
n i pernah ngisi tes online n free, dsni link ny: http://www.personalitymax.com/free-personality-test/
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Rabu, September 29, 2010
Senin, September 27, 2010
Stadidum Generale 25 Sept 2010
“Kompetensi dan Peran Ahli Psikologi di Era Globalisasi” oleh Prof. Dr. M. Enoch Markum
Globalisasi = tidak ada pagar antarnegara
Tantangan karena adanya globalisasi:
- tugas ke luar negeri
- bekerja dengan orang yang berbeda budaya
- bekerja dengan etos lingkungan kerja yang rendah
- bekerja di lingkungan yang tidak aman
Ciri-ciri globalisasi:
- Perubahan yang sangat cepat
- Kompetisi yang tajam
- Keterbukaan dan demokrasi
- Adanya pasar bebas
- HAM
Dampak gobalisasi:
- Stress dna depresi
- Siapa yang kuat itulah yang bertahan
- Kehilangan pegangan karenan\ perubahan yang sangat cepat
- Memacu etos kerja yang tinggi
- Pengalaman internasional
- Ancaman bagi nilai tradisional
- Meningkatkan kompetisi : bahasa asing, manajemen, IT dll
Peran Psikologi
Psikologi Humanistik
- Gelombang I : psikoanalisis (S. Freud)
- Gelombang II : behaviorisme (Pavlov, Skinner, Watson)
- Gelombang III : Psikologi humanistik (C. Rogers, A. Maslow)
Gel. I dan II tu tentang alam bawah sadar, yang menentukan manusia itu hanya dari luar diri, hanya memikirkan hal-hal negatif dari manusia. Gel. III itu ada karena protes akan Gel. I dan II karena mereka terlalu negatif memikirkan tentang manusia dan menyatakan manusia hanya seperti robot yang bisa dibentuk sesuai yang mereka inginkan. Bagi Gel. III psikolog hanya fasilitator, semua bergantung pada diri pribadi.
Maslow : manusia itu punya potensi, biarkan sampai manusia bisa mengaktualisasikan dirinya
Rogers : manusia itu bergantung pada tingkah lakunya sendiri, client center therapy
Psikologi positif
Yang dikejar manusia:
- Kebahagiaan
- Kehidupan yang baik
- Well-being
Pendekatan yang mengenali kekuatan dan kelebihan manusia: apa potensi, motif dan kapasitas kebahagiaan, kehidupan yang baik dan well-being.
Tindakan terhadap suatu gejala:
- preventif : mencegah supaya gejala tidak muncul
- kuratif : menghilangkan gejala yang ada
- promotif : memperomosikan (meningkatkan / memperkuat suatu tindakan) contohnya orang sehat yang menjadi sakit, lalu menjadi sembuh, disaat sudah sembuh, orang itu seharusnya lebih kuat dan sehat dari sehat diawal.
Kebahagiaan :
- Authentic happiness, bagaimana kita membahagiakan orang lain, membantu orang lain, berguna untuk orang lain, itulah kebahagiaan. Bisa memaknai pekerjaan dan menganggap penting pekerjaan. Setiap orang memiliki emosi positif yang merupakan pencerminan dari dirinya ada yang dianggap penting yang selalu ditampilkan pada berbagai situasi.
- Kepuasaan selain kebahagiaan, contohnya jika ujian mendapat nilai C (lulus), kita bahagia namun belum tentu puas karena sebenarnya kita bisa saja mendapat nilai yang lebih baik (A atau B).
Prinsip authentic happiness:
- everyone benefit
- savoring success
- social intellegent
- opening doors, jika yang lain menutup pintu, kita membuka pintu untuk menolong orang lain
- strengths in couple
- finding meaning, menemukan makna hidup
Kehidupan yang baik :
- dalam diri : jujur, berani, baik hati
- koneksi dengan orang lain : suka menolong, pemaaf
Subjective well-being :
- kebahagiaan : kondisi emosi
- keputusan : penilaian (judjement, kognitif)
preaktor :
- optimis
- positif terhadap diri
- relasi yang positif
- tau makna dan tujuan hidup
- extroversion
- sense of perceived control
Flow (Mihaly Csikszentmihaly, 1975)
Flow: being in the zone
Kehidupan “sensasi” secara holistic pada saat melakukan sesuatu dengan pelibatan penuh (melakukan yang terbaik akan sesuatu), tidak ada beban dan tidak ada tekanan (misalnya pada saat perlombaan, tidak ada tekanan harus menang,biarkan ia mengalir).
Appreciative Inquiry(AI):
- pendekatan baru dalam perubahan
- pikiran menentukan tingkah laku
Aplikasi AI:
Penyelesaian masalah, terjadi kesenjangan karena ada perbedaan antara kondisi saat ini dan kondisi yang diharapkan. Contohnya : seharusnya kota ini bersih, tapi apda kenyataannya kota ini banyak sampah dan lalat. Indentifikasi: masyarakat yang tidak disiplin (tidak disiplin dialternatifkan) atau TPA sampahnya menumpuk (sampah menumpuk diselesaikan).
Pendekatan AI: model 4D
Discovery (pikirkan bahwa sampah itu memberi kehidupan dan dilist apa saja positifnya tentang sampah), Dream (mimpikan sampah sisi positifnya saja), Design (bagaimana caranya mewujudkan impian itu) dan Delivery (Mewujudkan dan terjadi perubahan)
Ketahanan diri :
- kemenangan itu bukan karena tidak pernah kalah, namun siapa yang selalu bangkit saat kalah
- dan saat bangkit itu lebih semangat dari sebelumnya.
Tiga cara supaya bangkit:
- menerima kenyataan dengan lapang dada
- menemukan makna dari setiap pengalaman, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan
- mencari berbagai alternatif dalam menyelesaikan masalah
Evolusi fungsi SDM:
- tahun 70 – 80 : tentang gaji dan jumlah cuti
- tahun 90an : seleksi, perekrutan dan kepuasan kerja
- talent manajemen :
seleksi dan perekrutan lebih efisien tapi berkompetensi
mengembangkan pimpinan agar kualitasnya meningkat
mengindentifikasikan masalah kesenjangan melalui pelatihan
mengelola SDM secara konsisten dan terukur
mengidentifikasi yang kinerjanya tinggi
-MEM-
Globalisasi = tidak ada pagar antarnegara
Tantangan karena adanya globalisasi:
- tugas ke luar negeri
- bekerja dengan orang yang berbeda budaya
- bekerja dengan etos lingkungan kerja yang rendah
- bekerja di lingkungan yang tidak aman
Ciri-ciri globalisasi:
- Perubahan yang sangat cepat
- Kompetisi yang tajam
- Keterbukaan dan demokrasi
- Adanya pasar bebas
- HAM
Dampak gobalisasi:
- Stress dna depresi
- Siapa yang kuat itulah yang bertahan
- Kehilangan pegangan karenan\ perubahan yang sangat cepat
- Memacu etos kerja yang tinggi
- Pengalaman internasional
- Ancaman bagi nilai tradisional
- Meningkatkan kompetisi : bahasa asing, manajemen, IT dll
Peran Psikologi
Psikologi Humanistik
- Gelombang I : psikoanalisis (S. Freud)
- Gelombang II : behaviorisme (Pavlov, Skinner, Watson)
- Gelombang III : Psikologi humanistik (C. Rogers, A. Maslow)
Gel. I dan II tu tentang alam bawah sadar, yang menentukan manusia itu hanya dari luar diri, hanya memikirkan hal-hal negatif dari manusia. Gel. III itu ada karena protes akan Gel. I dan II karena mereka terlalu negatif memikirkan tentang manusia dan menyatakan manusia hanya seperti robot yang bisa dibentuk sesuai yang mereka inginkan. Bagi Gel. III psikolog hanya fasilitator, semua bergantung pada diri pribadi.
Maslow : manusia itu punya potensi, biarkan sampai manusia bisa mengaktualisasikan dirinya
Rogers : manusia itu bergantung pada tingkah lakunya sendiri, client center therapy
Psikologi positif
Yang dikejar manusia:
- Kebahagiaan
- Kehidupan yang baik
- Well-being
Pendekatan yang mengenali kekuatan dan kelebihan manusia: apa potensi, motif dan kapasitas kebahagiaan, kehidupan yang baik dan well-being.
Tindakan terhadap suatu gejala:
- preventif : mencegah supaya gejala tidak muncul
- kuratif : menghilangkan gejala yang ada
- promotif : memperomosikan (meningkatkan / memperkuat suatu tindakan) contohnya orang sehat yang menjadi sakit, lalu menjadi sembuh, disaat sudah sembuh, orang itu seharusnya lebih kuat dan sehat dari sehat diawal.
Kebahagiaan :
- Authentic happiness, bagaimana kita membahagiakan orang lain, membantu orang lain, berguna untuk orang lain, itulah kebahagiaan. Bisa memaknai pekerjaan dan menganggap penting pekerjaan. Setiap orang memiliki emosi positif yang merupakan pencerminan dari dirinya ada yang dianggap penting yang selalu ditampilkan pada berbagai situasi.
- Kepuasaan selain kebahagiaan, contohnya jika ujian mendapat nilai C (lulus), kita bahagia namun belum tentu puas karena sebenarnya kita bisa saja mendapat nilai yang lebih baik (A atau B).
Prinsip authentic happiness:
- everyone benefit
- savoring success
- social intellegent
- opening doors, jika yang lain menutup pintu, kita membuka pintu untuk menolong orang lain
- strengths in couple
- finding meaning, menemukan makna hidup
Kehidupan yang baik :
- dalam diri : jujur, berani, baik hati
- koneksi dengan orang lain : suka menolong, pemaaf
Subjective well-being :
- kebahagiaan : kondisi emosi
- keputusan : penilaian (judjement, kognitif)
preaktor :
- optimis
- positif terhadap diri
- relasi yang positif
- tau makna dan tujuan hidup
- extroversion
- sense of perceived control
Flow (Mihaly Csikszentmihaly, 1975)
Flow: being in the zone
Kehidupan “sensasi” secara holistic pada saat melakukan sesuatu dengan pelibatan penuh (melakukan yang terbaik akan sesuatu), tidak ada beban dan tidak ada tekanan (misalnya pada saat perlombaan, tidak ada tekanan harus menang,biarkan ia mengalir).
Appreciative Inquiry(AI):
- pendekatan baru dalam perubahan
- pikiran menentukan tingkah laku
Aplikasi AI:
Penyelesaian masalah, terjadi kesenjangan karena ada perbedaan antara kondisi saat ini dan kondisi yang diharapkan. Contohnya : seharusnya kota ini bersih, tapi apda kenyataannya kota ini banyak sampah dan lalat. Indentifikasi: masyarakat yang tidak disiplin (tidak disiplin dialternatifkan) atau TPA sampahnya menumpuk (sampah menumpuk diselesaikan).
Pendekatan AI: model 4D
Discovery (pikirkan bahwa sampah itu memberi kehidupan dan dilist apa saja positifnya tentang sampah), Dream (mimpikan sampah sisi positifnya saja), Design (bagaimana caranya mewujudkan impian itu) dan Delivery (Mewujudkan dan terjadi perubahan)
Ketahanan diri :
- kemenangan itu bukan karena tidak pernah kalah, namun siapa yang selalu bangkit saat kalah
- dan saat bangkit itu lebih semangat dari sebelumnya.
Tiga cara supaya bangkit:
- menerima kenyataan dengan lapang dada
- menemukan makna dari setiap pengalaman, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan
- mencari berbagai alternatif dalam menyelesaikan masalah
Evolusi fungsi SDM:
- tahun 70 – 80 : tentang gaji dan jumlah cuti
- tahun 90an : seleksi, perekrutan dan kepuasan kerja
- talent manajemen :
seleksi dan perekrutan lebih efisien tapi berkompetensi
mengembangkan pimpinan agar kualitasnya meningkat
mengindentifikasikan masalah kesenjangan melalui pelatihan
mengelola SDM secara konsisten dan terukur
mengidentifikasi yang kinerjanya tinggi
-MEM-
Selasa, Desember 15, 2009
Tes
Menurut Hippocrates (Bapak Ilmu Kedokteran), manusia terbagi ke dalam 4 golongan berdasarkan temperamennya, yaitu
N hasil yang saya dapatkan:
Melancholy Strength:12 Weakness:10
- Sanguine, memiliki kelebihan darah dan bertemperamen gembira
- Melankolik, terlalu banyak sumsum hitam dan bertemperamen pemurung
- Kholerik, terlalu banyak sumsum kuning dan bertemperamen semnagat dan gesit
- Phlegmatik, terlalu banyak lendir dan bertemperamen lamban
N hasil yang saya dapatkan:
Melancholy Strength:12 Weakness:10
55%
Phlegmatic Strength:3 Weakness:7 25%
Sanguine Strength:5 Weakness:1 15%
Choleric Strength:0 Weakness:2 5%
Kamis, November 26, 2009
Sigmund Freud

SIGMUND FREUD
Salah satu aliran ektram di psikologi,yaitu aliran behaviorisme beserta turunannya, yang berkeyakinan bahwa segala macam perilaku manusia dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar dirinya yang disebutnya stimulus. Tujuan perilaku manusia adalah merespon stimulus ini. Sedangkan aliran Psikoanalisa yg dikomandani Sigmund Freud. Berasumsi bahwa energi penggerak awal perilaku manusia berasal dari dalam dirinya yang terletak jauh di alam bawah sadar. Menurutnya, Struktur jiwa tersebut meliputi tiga instansi atau sistem yang berbeda. Ketiga sistem ini meliputi : Id, Ego, dan Superego.masing-masing sistem atau instansi memiliki peran dan fungsi sendiri.
Menggambarkan jiwa sebagai gunung es
(Iceberg phenomenon)Kesadaran (consciousness) merupakan bagian bagian atas permukaan air
Subconsciousness merupakan bagian di bawah permukaan air
Unconsciousness merupakan bagian terbesar di bagian bawah permukaan air
Jiwa terdiri atas 3 sistem:

Id
Terletak dalam ketidaksadaran, merupakan dorongan-dorongan primitif, life instintinct (libido) dan death instinct (agresi).
Prinsip kesenangan untuk memuaskan semua dorongan primitif.
Super Ego

Berada pada wilayah kesadaran, sepenuhnya dibentuk oleh nilai-nilai, norma, dan kebudayaan.
Merupakan dorongan-dorongan berbuat kebaikan, mengikuti norma-norma masyarakat.
Ego

Merupakan polisi kepribadian, berfungsi menjaga keseimbangan antara kedua sistem lainnya
Ego tidak memiliki dorongan, melainkan menjalankan prinsip kenyataan (reality principle)
Satu-satunya sistem yang berhubungan dengan dunia luar
Mekanisme pertahanan (defense mechanism)
- Represi, upaya individu untuk menyingkirkan frustrasi, konflik batin, mimpi buruk, krisis keuangan dan sejenisnya yang menimbulkan kecemasan. Jenis-jenis amnesia tertentu dapat dipandang sebagai bukti akan adanya represi. Individu lebih sering mengkomunikasikan berita baik daripada berita buruk, sedapat mungkin tidak melihat gamabr yang menyesakkan dada, cenderung untuk tidak berlama-lama mengenali sesuatu yang tidak menyenangkan dsb.
- Reaction Formation, pembentukan reaksi. Seseorang bereaksi sebaliknya dari yang dikehendaki demi tidak melanggar ketentuan superego.
- Displacement, karena hambatan oleh super ego, seseorang melampiaskan perasaan tertentu terhadap orang lain yang bukan obyek sebenarnya (pihak ketiga)
- Proyeksi, ini berarti memantulkan sesuatu yang sebenarnya terdapat dalam diri kita sendiri ke dunia luar
- Rasionalisasi, usaha individu untuk mencari-cari alasan yang dapat diterima secara sosial untuk membenarkan atau menyembunyikan perilakunya yang buruk.
- Sublimasi, ini suatu cara untuk mengalihkan energi kesaluran lain, yang secara sosial umumnya bisa diterima, bahkan ada yang dikagumi
- Regresi, individu yang menghadapi tekanan kembali lagi kepada metode perilaku yang khas bagi individu yang berusia lebih muda. Misalnya anak yang baru memperoleh adik,akan memperlihatkan respons mengompol atau menghisap jempol tangannya, padahal perilaku demikian sudah lama tidak pernah lagi dilakukannya. Regresi barangkali terjadi karena kelahiran adiknnya dianggap sebagai sebagai krisis bagi dirinya sendiri. Mencari perhatian.
- Kompensasi, usaha untuk menutupi kelemahan di salah satu bidang dengan membuat suatu prestasi di bidang lain
- Supresi, merupakan suatu proses pengendalian diri yang terang-terangan ditujukan menjaga agar impuls-impuls dan dorongan-dorongan yang ada tetap terjaga (mungkin dengan cara menahan perasaan itu secara pribadi tetapi mengingkarinya secara umum). Individu sewaktu-waktu mengesampingkan ingatan-ingatan yang menyakitkan agar dapat menitik beratkan kepada tugas, ia sadar akan pikiran-pikiran yang ditindas (supresi) tetapi umumnya tidak menyadari akan dorongan-dorongan atau ingatan yang ditekan (represi)
- Fiksasi, Dalam menghadapi kehidupannya individu dihadapkan pada suatu situasi menekan yang membuatnya frustrasi dan mengalami kecemasan, sehingga membuat individu tersebut merasa tidak sanggup lagi untuk menghadapinya dan membuat perkembangan normalnya terhenti untuk sementara atau selamanya. Dengan kata lain, individu menjadi terfiksasi pada satu tahap perkembangan karena tahap berikutnya penuh dengan kecemasan. Individu yang sangat tergantung dengan individu lain merupakan salah satu contoh pertahan diri dengan fiksasi, kecemasan menghalanginya untuk menjadi mandiri. Pada remaja dimana terjadi perubahan yang drastis seringkali dihadapkan untuk melakukan mekanisme ini.
- Menarik Diri, Reaksi ini merupakan respon yang umum dalam mengambil sikap. Bila individu menarik diri, dia memilih untuk tidak mengambil tindakan apapun. Biasanya respons ini disertai dengan depresi dan sikap apatis.
- Mengelak, Bila individu merasa diliputi oleh stres yang lama, kuat dan terus menerus, individu cenderung untuk mencoba mengelak. Bisa saja secara fisik mereka mengelak atau mereka akan menggunakan metode yang tidak langsung.
- Denial (menyangkal kenyataan), Bila individu menyangkal kenyataan, maka dia menganggap tidak ada atau menolak adanya pengalaman yang tidak menyenangkan (sebenarnya mereka sadari sepenuhnya) dengan maksud untuk melindungi dirinya sendiri. Penyangkalan kenyataan juga mengandung unsur penipuan diri.
- Fantasi, Individu yang seringkali melamun terlalu banyak kadang-kadang menemukan bahwa kreasi lamunannya itu lebih menarik dari pada kenyataan yang sesungguhnya. Tetapi bila fantasi ini dilakukan secara proporsional dan dalam pengendalian kesadaraan yang baik, maka fantasi terlihat menjadi cara sehat untuk mengatasi stres, dengan begitu dengan berfantasi tampaknya menjadi strategi yang cukup membantu.
Selasa, Oktober 20, 2009
defence
teori freud:
superego, norma yg berlaku dimasyarakat
ego
ID, keinginan,alam bawah sadar
jika keinginan tu melanggar superego,maka akan timbul defence mechanism, bagaimana caranya supaya ID tu keluar, membuat IDny terpenuhi n ga melanggar superego. mengeluarkan energi negatif dari dalam diri supaya menjadi energi positif keluar.
contohnya mgkn petinju2, mereka punya sensitifitas yg tinggi,n tuk mengeluarkanny mereka lebih puas dg memukul sswtu, untuk menyalurkan supaya tu jadi positif, lebih baik dy menjadi petinju tuk menyalurkannya. atau seperti musisi2, yg mengeluarkan energi negatifny dg menciptakan lagu2,etc.
ternyata multiple disorder personality tu juga termasuk defence mechanism, huff....dengan menciptakan 'orang2' didalam tubuhnya, cz g mnerima keadaan diriny atau mengalami sebuah trauma. anak2 kecil yg terkadang suka ngomong sendri tu juga defence cz dy ngerasa kesepian, berteman hnya dg boneka,yg seringkali dy ajak ngomong n dy menjawab pertanyaannya sendiri,seiring berjalanny waktu,tanpa boneka ada ditangannya, secara refleks dy menjawab semua pertanyaany sendiri n ga peduli dg lingkungan sekitarny. tp ni defence yg negatif n perlu diperbaiki.
carilah defence yg positif, yg g mlanggar superego n dapat menyalurkan ID. sudah menemukan defence yg baik??cz dipendam aj tu g akn menyalurkan ID, shingga kekesalan yg sudah bertahun2 tetap diingat, tu g baik tuk kesehatan fisik, apalagi kesehatan jiwa, tu menjadi bom waktu buat dirinya *xixixi ajar suru cermin diri, cz ajar suka mendem apapun*
superego, norma yg berlaku dimasyarakat
ego
ID, keinginan,alam bawah sadar
jika keinginan tu melanggar superego,maka akan timbul defence mechanism, bagaimana caranya supaya ID tu keluar, membuat IDny terpenuhi n ga melanggar superego. mengeluarkan energi negatif dari dalam diri supaya menjadi energi positif keluar.
contohnya mgkn petinju2, mereka punya sensitifitas yg tinggi,n tuk mengeluarkanny mereka lebih puas dg memukul sswtu, untuk menyalurkan supaya tu jadi positif, lebih baik dy menjadi petinju tuk menyalurkannya. atau seperti musisi2, yg mengeluarkan energi negatifny dg menciptakan lagu2,etc.
ternyata multiple disorder personality tu juga termasuk defence mechanism, huff....dengan menciptakan 'orang2' didalam tubuhnya, cz g mnerima keadaan diriny atau mengalami sebuah trauma. anak2 kecil yg terkadang suka ngomong sendri tu juga defence cz dy ngerasa kesepian, berteman hnya dg boneka,yg seringkali dy ajak ngomong n dy menjawab pertanyaannya sendiri,seiring berjalanny waktu,tanpa boneka ada ditangannya, secara refleks dy menjawab semua pertanyaany sendiri n ga peduli dg lingkungan sekitarny. tp ni defence yg negatif n perlu diperbaiki.
carilah defence yg positif, yg g mlanggar superego n dapat menyalurkan ID. sudah menemukan defence yg baik??cz dipendam aj tu g akn menyalurkan ID, shingga kekesalan yg sudah bertahun2 tetap diingat, tu g baik tuk kesehatan fisik, apalagi kesehatan jiwa, tu menjadi bom waktu buat dirinya *xixixi ajar suru cermin diri, cz ajar suka mendem apapun*
