RSS

Senin, Januari 31, 2011

Kanker yang Mudah dan Sulit Dideteksi

Jakarta, Beberapa jenis kanker lebih mudah diobati ketika terdeteksi dalam stadium awal karena tingkat kesembuhannya lebih tinggi. Tapi tidak semua jenis kanker mudah dideteksi. Kanker apa saja yang mudah dan sulit dideteksi?

Tubuh seseorang terdiri dari banyak jenis sel yang akan tumbuh, membelah dan kemudian mati. Terkadang sel ini mengalami mutasi sehingga tumbuh dan membelah diri lebih cepat daripada sel normal.

Gumpalan sel-sel abnormal ini akan membentuk tumor, jika tumor ini bersifat ganas yaitu menyerang dan membunuh jaringan sehat di tubuh maka ia disebut dengan kanker.

Beberapa jenis kanker diketahui mudah dideteksi bahkan oleh diri sendiri, tapi beberapa yang lain sulit untuk dideteksi karena tidak ada gejala khas yang timbul pada stadium awal.

Ini dia beberapa jenis kanker yang mudah dan sulit dideteksi, seperti dikutip dari Medicinenet dan Mayo Clinic, Senin (31/1/2011) yaitu:

Kanker yang mudah dideteksi

Kanker kulit
Kanker kulit termasuk jenis kanker yang mudah dideteksi, karena umumnya gejala yng timbul terlihat seperti adanya pertumbuhan baru di kulit, luka yang tidak kunjung sembuh, perubahan bentuk atau warna dari sebuah tahi lalat serta perubahan lain pada kulit. Jika ada gejala-gejaal ini sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Kanker testis
Kanker ini paling sering terjadi antara usia 15-34 tahun. Sebagian besar kanker ini dideteksi oleh diri sendiri yaitu dengan menemukan adanya benjolan yang menjadi besar, nyeri yang tidak biasa atau sakit. Karena itu laki-laki sebaiknya meemriksakan testisnya secara teratur sehingga bisa tahu perubahan yang terjadi.

Kanker payudara
Kanker payudara umumnya mudah dideteksi terutama oleh diri sendiri, semakin dini deteksi maka kesempatan untuk sembuh sempurna akan lebih besar. Deteksi dini yang dilakukan bisa adalah dengan melakukan mamografi, tes payudara oleh dokter atau perawat dan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).

Kanker serviks (kanker leher rahim)
Kanker serviks merupakan jenis yang mudah dideteksi dengan melakukan tes pap smear setiap 2 tahun sekali sejak aktif secara seksual. Selain melalui pap smear, kanker ini juga bisa dideteksi melalui pemeriksaan panggul yaitu dokter akan merasakan setiap perubahan bentuk dan ukuran dari rahim, vagina, ovarium, saluran tuba, kandung kemih dan rektum.

Kanker yang sulit dideteksi

Kanker colon (usus besar) dan rectum (dubur)
Kanker ini umumnya agak sulit dideteksi karena membutuhkan pemeriksaan tes darah dari tinja. Tes ini untuk mengetahui adanya darah yang tersembunyi dari dalam tinja. Sejumlah kecil feses akan diuji di laboratorium untuk mengetahui ada darah dalam tinja atau tidak karena kanker ini menyebabkan perdarahan. Namun darah dalam tinja juga bisa disebabkan oleh faktor non-kanker, karenanya harus ada tes lanjutan untuk membantu diagnosis.

Kanker prostat
Kanker yang menyerang kaum laki-laki ini umumnya sulit dideteksi karena ia tidak menimbulkan gejala pada tahap stadium awal. Gejala akan mulai muncul pada stadium lanjut seperti sulit buang air kecil, darah di urine dan cairan semen, pembengkakan kaki, rasa tidak nyaman di panggul dan tulang sakit. Diagnosisnya melalui pemeriksaan darah, dokter memeriksa bentuk dan ukuran prostat serta melalui pemeriksaan sel prostat.

Kanker paru-paru
Jenis kanker ini umumnya sulit terdeteksi pada tahap awal karena tidak menimbulkan gejala. Jika sudah masuk ke stadium lanjut baru timbul gejala seperti batuk yang tak kunjung henti, mengeluarkan darah saat batuk meskipun jumlahnya kecil, sesak napas, dada sakit, turun berat badan tanpa sebab, sakit pada tulang dan sakit kepala. Diagnosisnya melalui pemeriksaan X-ray, tes sel-sel melalui dahak atau mengambil sampel jaringan.

Kanker pankreas
Kanker ini dimulai pada jaringan pankreas yaitu organ dalam perut yang terletak di bagian belakang bawah perut. Kanker ini memiliki tingkat kesembuhan yang buruk bahkan jika didiagnosis lebih awal karena ia menyebar dengan cepat dan jarang terdeteksi pada tahap awal. Tanda dan gejala tidak akan muncul sampai kanker ini masuk ke stadium lanjut.

Kanker otak
Gejala yang muncul umumnya beragam tergantung dari lokasi, ukuran dan kecepatan pertumbuhan tumor tersebut. Secara umum kanker ini ditandai dengan perubahan pola sakit kepala yang frekuensinya meningkat, mual atau muntah secara tiba-tiba, gangguan penglihatan dan keseimbangan, kejang-kejang dan gangguan pendengaran. Kanker ini juga bisa disebabkan akibat penyebaran kanker di daerah tubuh lain.


(ver/ir)
source: detikhealth.com

Ciri-ciri Kanker Payudara

Jakarta, Kanker payudara yang terdeteksi lebih dini kemungkinan untuk sembuhnya akan semakin besar. Pemeriksaan yang dilakukan tidak mahal dan tidak sulit, karena itu kenali ciri-ciri kanker payudara.

Saat ini kanker payudara masih menempati urutan kedua terbanyak yang diderita oleh kaum perempuan setelah kanker serviks (leher rahim).

Karena itu penting bagi perempuan untuk bisa mengenali lebih dini ciri-ciri dari kanker payudara, sehingga jika ditemukan dalam stadium awal kesempatan untuk sembuhnya masih tinggi.

"Kunci utama yang harus diwaspadai adalah jika seseorang menemukan benjolan yang permanen dan tidak menimbulkan rasa sakit (painless). Karena biasanya tumor yang ganas tidak menimbulkan rasa sakit," ujar Dr dr Andhika Rachman, SpPD, saat dihubungi detikHealth, Rabu (9/6/2010).

Dr Andhika menuturkan salah satu cara untuk mendeteksi awal kanker payudara adalah dengan melakukan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) yang dilakukan seminggu setelah menstruasi.

Waktu seminggu setelah menstruasi sangat tepat karena pada saat itu hormon estrogen dan progesteron berada pada kadar yang rendah. Hormon estrogen dan progesteron mengontrol dan mempengaruhi besar atau kecilnya payudara.

Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) adalah melakukan beberapa hal berikut:

1. Perhatikan payudara dengan posisi kedua tangan di atas kepala kemudian kedua tangan di pinggang.

2. Angkat tangan kiri ke atas kepala.

3. Gunakan permukaan jari yang rata untuk meraba atau menekan payudara serta pastikan untuk menyentuh seluruh bagian payudara. Pola yang digunakan bisa dengan gerakan arah memutar, gerakan arah naik dan turun atau arah keluar dan masuk area putting. Usahakan menggunakan gerakan yang sama setiap bulannya.

4. Menekan setiap putting dengan lembut dan memperhatikan apakah ada cairan yang keluar.

5. Memeriksa daerah antara payudara dan ketiak serta payudara dan tulang dada sambil berbaring.

6. Mengulangi semua langkah tersebut untuk payudara yang sebelah kanan.

"SADARI ini merupakan deteksi yang tidak perlu mengeluarkan biaya dan sekitar 80 persen kanker payudara diketahui melalui SADARI," imbuh dokter yang berpraktek di RSCM dan RS Kramat 128 Jakarta itu.

Dokter Andhika yang tergabung dalam Perhimpunan Onkologi Indonesia ini menuturkan setiap perempuan harus mampu mengenali payudaranya sendiri dengan menggunakan tangan kanan, karena biasanya tangan kanan lebih terlatih.

Hal ini bisa dilakukan seseorang dengan cara berdiri di depan kaca pada posisi agak membungkuk (seperti ruku' saat sedang shalat). Lalu dalam posisi menggantung, kondisi yang normal adalah payudara sebelah kanan harus lebih tinggi dibandingkan dengan payudara sebelah kiri.

Selain itu untuk memeriksa ada atau tidaknya benjolan disekitar payudara, bisa dilakukan dengan cara meraba payudara secara memutar pada posisi berlawanan arah jarum jam mulai dari puting hingga ke arah luar.

Dr Andhika menambahkan jika seseorang memiliki gangguan pada payudaranya, maka akan muncul tanda-tanda sebagai berikut:

1. Jika payudara dipencet, maka akan keluar cairan putih seperti susu yang tidak berbau tapi tidak ada rasa nyeri yang timbul.

2. Kulit payudara tampak seperti kulit jeruk, yaitu mengerut dengan pori-pori kulit yang agak menonjol.

3. Terdapat benjolan yang selalu ditemukan saat memeriksa di daerah sekitar payudara atau di bawah ketiak.

"Jika ditemukan adanya gangguan atau masalah pada payudara, maka sebaiknya segera periksakan ke dokter. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut berupa USG payudara, jika hasilnya masih meragukan maka akan dilanjutkan dengan mamografi untuk mengetahui apakah tumor jinak atau ganas," ungkapnya.

Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan pada usia muda 20-30 tahun. Tapi bagi perempuan yang sudah menikah, mengonsumsi kontrasepsi hormonal, pakai silikon atau operasi plastik pada payudaranya, sebaiknya memberikan perhatian lebih untuk pemeriksaan tersebut.


(ver/ir)
source: detikhealth.com

Awas Gejala Kanker! Jangan Sepelekan Mimisan

Jakarta, Hampir semua orang pernah mimisan. Namun jika darah yang keluar cukup banyak dan terlalu sering terjadi, sebaiknya segera diperiksa karena bisa jadi itu gejala kanker nasofaring (bagian atas faring atau tenggorokan).

Karena dialami oleh hampir semua orang, mimisan sering kali dianggap sebagai hal yang wajar. Faktanya, mimisan bisa terjadi secara spontan pada 80-90 persen orang sehat terutama pada kelompok usia anak-anak.

Meski umumnya tidak membahayakan, namun jika mimisan yang parah dan terlalu sering harus diwaspadai. Beberapa penyakit serius seperti tekanan darah tinggi, penggumpalan darah, stroke dan kanker sering ditandai dengan gejala perdarahan pada hidung.

Jenis kanker yang bisa memicu mimisan parah adalah kanker Nasopharynx Carcinoma (NPC). Pada stadium lanjut, seperti dikutip Channelnewsasia, Minggu (30/1/2011), kanker ini tak hanya menyebabkan mimisan tapi juga menyebabkan ingus yang keluar selalu mengandung bercak darah.

Karena itu jika seseorang sering mengalami mimisan parah, sebaiknya segera memeriksakan diri. Jika memang ada indikasi atau mungkin punya riwayat kanker di keluarganya, biasanya dokter akan melakukan biopsi atau pemeriksaan sampel jaringan.

NPC sulit dideteksi karena umumnya tidak memberikan gejala yang khas. Pada stadium awal, gejala kanker ini hanya seperti flu biasa yakni bersin-bersin dan hidung meler.

Meski gejala awalnya hanya sepele, jenis kanker ini cukup mematikan. Di Indonesia, NPC menempati urutan ke-4 jenis kanker paling berbahaya setelah kanker rahim, kanker payudara dan kanker kulit.


(ir/ndr)
source:detikhealth.com

Selasa, Januari 25, 2011

4 Tips Untuk Orangtua Saat Anak Bertanya Soal Seks

Eny Kartikawati - wolipop
Jakarta - Menjawab pertanyaan soal seks yang diajukan anak, terkadang menjadi sesuatu hal menakutkan dan tabu untuk beberapa orangtua. Tidak sedikit para orangtua juga bingung harus memberikan jawaban apa. Untuk Anda yang bingung, ini dia tipsnya.

Kapan Anak Mulai Tertarik Soal Seks
Anak sama seperti manusia adalah makhluk seksual dan hanya sedikit orangtua yang memahami hal tersebut. Oleh karena itu, anak-anak pun, bahkan sejak dini, terkadang penasaran pada tubuh mereka sendiri, terutama bagian-bagian vitalnya. Jika penasaran itu ada, hal tersebut normal dan sehat.

Perilaku 'Seks' Apa Yang Sering Ditunjukkan Anak?
Anak-anak terkadang menyentuh diri mereka sendiri, saat mereka telanjang. Misalnya saja ketika mereka mandi atau sedang dipakaikan pampers atau celana. Pada tahap perkembangan ini, mereka tidak memikirkan kesopanan. Saat anak-anak menyentuh area pribadi mereka, jangan marahi atau membuat mereka malu. Adalah wajar bagi anak-anak tertarik pada tubuh mereka sendiri. Anda para orangtua bisa dengan santai saja membiarkan anak-anak menyentuh area pribadi mereka. Atau Anda bisa juga memilih untuk memberitahukan mereka, kalau apa yang disentuh itu adalah area pribadi.

Para orangtua bisa mulai khawatir jika sepertinya anak mulai 'memainkan' kelaminnya, sampai lupa aktivitas lain. Beritahu anak dengan kalimat yang dapat dimengerti kalau aktivitas itu bisa membahayakan area pribadinya.

Apakah sebaiknya menggunakan nama pengganti untuk area pribadi?
Saat anak sudah berusia tiga tahun, orangtua sebaiknya menggunakan nama anatomi tubuh yang benar. Memang sepertinya akan aneh, namun tidak ada alasan kenapa Anda harus memakai nama lain padahal anak sudah bisa mengucapkan kata itu dengan jelas. Kata seperti penis dan vagina, harus disebutkan dengan jelas, jangan sampai Anda terdengar malu-malu atau malah konyol. Ke depannya, anak-anak pun akan menggunakan kata tersebut secara sopan, tanpa ada tujuan untuk mempermalukan atau malah malu.

Bagaimana jika anak bertanya dari mana bayi berasal?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut tergantung dari usia si anak. Anak-anak di bawah usia enam tahun, lebih bisa menerima jawaban yang simple. Misalnya saja, Anda bisa menjawab kalau bayi berkembang dari telur yang ada di perut ibu (dengan menunjukkan perut) dan keluar dari tempat yang spesial bernama vagina.

Anda tidak perlu menjelaskan detail soal ritual bercinta untuk membuat bayi tersebut karena anak-anak usia dini belum memahaminya. Namun jika memang mau sedikit detail, Anda bisa menambahkan dengan penjelasan kalau pria dan wanita saling mencintai, sehingga suka berdekatan satu sama lain. Saat itu, sperma pria bersatu dengan telur wanita dan setelah itu, bayi mulai berkembang. Untuk anak-anak, memberikan jawaban melalui buku-buku pengetahuan seks juga bisa dilakukan.

Apakah Orangtua perlu diskusi dengan anak-anak soal seks?
Mempelajari soal seks bukanlah sesuatu yang harus didiskusikan dalam waktu tertentu. Seharusnya, hal itu adalah sebuah proses yang terjadi dengan sendirinya. Misalnya saja saat anak tengah bermain dan tiba-tiba tertarik menanyakan hal itu pada orangtua.

Kalau anak tidak bertanya soal topik seks, abaikan saja topik tersebut. Namun di saat anak usia lima tahun, Anda bisa mulai memperkenalkan melalui buku-buku pengetahuan sesuai umur mereka. Terkadang orangtua kesulitan menemukan kata-kata yang tepat untuk memberikan penjelasan dan buku-buku biasanya bisa membantu. (eny/eny)

source: wolipop.com

Kamis, Januari 13, 2011

Januari 2011

5 5 5, 5 hari sabtu, 5 hari minggu dan 5 hari senin