RSS

Kamis, November 26, 2009

Sigmund Freud


SIGMUND FREUD
Salah satu aliran ektram di psikologi,yaitu aliran behaviorisme beserta turunannya, yang berkeyakinan bahwa segala macam perilaku manusia dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar dirinya yang disebutnya stimulus. Tujuan perilaku manusia adalah merespon stimulus ini. Sedangkan aliran Psikoanalisa yg dikomandani Sigmund Freud. Berasumsi bahwa energi penggerak awal perilaku manusia berasal dari dalam dirinya yang terletak jauh di alam bawah sadar. Menurutnya, Struktur jiwa tersebut meliputi tiga instansi atau sistem yang berbeda. Ketiga sistem ini meliputi : Id, Ego, dan Superego.masing-masing sistem atau instansi memiliki peran dan fungsi sendiri.

Menggambarkan jiwa sebagai gunung es
(Iceberg phenomenon)
Kesadaran (consciousness) merupakan bagian bagian atas permukaan air
Subconsciousness merupakan bagian di bawah permukaan air
Unconsciousness merupakan bagian terbesar di bagian bawah permukaan air
Jiwa terdiri atas 3 sistem:

Id
Terletak dalam ketidaksadaran, merupakan dorongan-dorongan primitif, life instintinct (libido) dan death instinct (agresi).
Prinsip kesenangan untuk memuaskan semua dorongan primitif.

Super Ego

Berada pada wilayah kesadaran, sepenuhnya dibentuk oleh nilai-nilai, norma, dan kebudayaan.
Merupakan dorongan-dorongan berbuat kebaikan, mengikuti norma-norma masyarakat.

Ego

Merupakan polisi kepribadian, berfungsi menjaga keseimbangan antara kedua sistem lainnya
Ego tidak memiliki dorongan, melainkan menjalankan prinsip kenyataan (reality principle)
Satu-satunya sistem yang berhubungan dengan dunia luar

Mekanisme pertahanan (defense mechanism)
  1. Represi, upaya individu untuk menyingkirkan frustrasi, konflik batin, mimpi buruk, krisis keuangan dan sejenisnya yang menimbulkan kecemasan. Jenis-jenis amnesia tertentu dapat dipandang sebagai bukti akan adanya represi. Individu lebih sering mengkomunikasikan berita baik daripada berita buruk, sedapat mungkin tidak melihat gamabr yang menyesakkan dada, cenderung untuk tidak berlama-lama mengenali sesuatu yang tidak menyenangkan dsb.
  2. Reaction Formation, pembentukan reaksi. Seseorang bereaksi sebaliknya dari yang dikehendaki demi tidak melanggar ketentuan superego.
  3. Displacement, karena hambatan oleh super ego, seseorang melampiaskan perasaan tertentu terhadap orang lain yang bukan obyek sebenarnya (pihak ketiga)
  4. Proyeksi, ini berarti memantulkan sesuatu yang sebenarnya terdapat dalam diri kita sendiri ke dunia luar
  5. Rasionalisasi, usaha individu untuk mencari-cari alasan yang dapat diterima secara sosial untuk membenarkan atau menyembunyikan perilakunya yang buruk.
  6. Sublimasi, ini suatu cara untuk mengalihkan energi kesaluran lain, yang secara sosial umumnya bisa diterima, bahkan ada yang dikagumi
  7. Regresi, individu yang menghadapi tekanan kembali lagi kepada metode perilaku yang khas bagi individu yang berusia lebih muda. Misalnya anak yang baru memperoleh adik,akan memperlihatkan respons mengompol atau menghisap jempol tangannya, padahal perilaku demikian sudah lama tidak pernah lagi dilakukannya. Regresi barangkali terjadi karena kelahiran adiknnya dianggap sebagai sebagai krisis bagi dirinya sendiri. Mencari perhatian.
  8. Kompensasi, usaha untuk menutupi kelemahan di salah satu bidang dengan membuat suatu prestasi di bidang lain
  9. Supresi, merupakan suatu proses pengendalian diri yang terang-terangan ditujukan menjaga agar impuls-impuls dan dorongan-dorongan yang ada tetap terjaga (mungkin dengan cara menahan perasaan itu secara pribadi tetapi mengingkarinya secara umum). Individu sewaktu-waktu mengesampingkan ingatan-ingatan yang menyakitkan agar dapat menitik beratkan kepada tugas, ia sadar akan pikiran-pikiran yang ditindas (supresi) tetapi umumnya tidak menyadari akan dorongan-dorongan atau ingatan yang ditekan (represi)
  10. Fiksasi, Dalam menghadapi kehidupannya individu dihadapkan pada suatu situasi menekan yang membuatnya frustrasi dan mengalami kecemasan, sehingga membuat individu tersebut merasa tidak sanggup lagi untuk menghadapinya dan membuat perkembangan normalnya terhenti untuk sementara atau selamanya. Dengan kata lain, individu menjadi terfiksasi pada satu tahap perkembangan karena tahap berikutnya penuh dengan kecemasan. Individu yang sangat tergantung dengan individu lain merupakan salah satu contoh pertahan diri dengan fiksasi, kecemasan menghalanginya untuk menjadi mandiri. Pada remaja dimana terjadi perubahan yang drastis seringkali dihadapkan untuk melakukan mekanisme ini.
  11. Menarik Diri, Reaksi ini merupakan respon yang umum dalam mengambil sikap. Bila individu menarik diri, dia memilih untuk tidak mengambil tindakan apapun. Biasanya respons ini disertai dengan depresi dan sikap apatis.
  12. Mengelak, Bila individu merasa diliputi oleh stres yang lama, kuat dan terus menerus, individu cenderung untuk mencoba mengelak. Bisa saja secara fisik mereka mengelak atau mereka akan menggunakan metode yang tidak langsung.
  13. Denial (menyangkal kenyataan), Bila individu menyangkal kenyataan, maka dia menganggap tidak ada atau menolak adanya pengalaman yang tidak menyenangkan (sebenarnya mereka sadari sepenuhnya) dengan maksud untuk melindungi dirinya sendiri. Penyangkalan kenyataan juga mengandung unsur penipuan diri.
  14. Fantasi, Individu yang seringkali melamun terlalu banyak kadang-kadang menemukan bahwa kreasi lamunannya itu lebih menarik dari pada kenyataan yang sesungguhnya. Tetapi bila fantasi ini dilakukan secara proporsional dan dalam pengendalian kesadaraan yang baik, maka fantasi terlihat menjadi cara sehat untuk mengatasi stres, dengan begitu dengan berfantasi tampaknya menjadi strategi yang cukup membantu.
Source: Materi Bu Lidianti dan Google

Tidak ada komentar: