RSS

Rabu, September 29, 2010

MBTI

16 Tipe Manajer

Dalam kursus yang telah berjalan selama 20 tahun, Briggs dan Myers mengembangkan suatu test preferensi yang menunjukkan kepribadian individu. Tes ini tidak mengukur intelegensi, motivasi, kedewasaan, atau kesehatan mental seorang manajer. Teori dari kursus ini membagi manusia menjadi 16 Tipe Kepribadian yang berbeda, sesuai dengan 4 dimensi yang telah ditentukan. Setiap tes MBTI – Myers Briggs Type Indicator, petunjuk tipe Myers Briggs mempunyai 100 pertanyaan tentang apa dan bagaimana yang dirasakan, serta yang akan dilakukan oleh seseorang dalam situasi tertentu. Contohnya, dalam sebuah acara perkenalan, apakah seseorang sering terlebih dahulu memperkenalkan dirinya atau menunggu untuk diperkenalkan. Karena sifat extrovert cenderung untuk memperkenalkan dirinya terlebih dahulu, sedangkan introvert condong untuk diperkenalkan.

Apakah seorang manajer mempunyai suatu tugas yang bervariasi, atau suatu tugas yang monoton/rutin? Sebab tipe judging condong menerima tugas yang bervariasi dan tipe perceiving cenderung pada tugas rutin. Apakah seorang manajer lebih suka bekerja sama dengan seseorang yang ramah dan berterus terang? Tipe feeling senang pada karyawan yang ramah dan tipe thinking lebih suka kepada karyawan yang berterus terang. Dari penyelidikan tes MBTI dinyatakan 60% manajer pada umumnya adalah pemikir.

Menurut penerbit buku test MBTI – Consulting Psychologist Press di Palo Arto, California, 1,5 juta masyarakat di Amerika Serikat mengikuti tes MBTI. Tes ini sangat populer di Amerika Serikat. Peserta dari tes ini bukan hanya perusahaan-perusahaan seperti Allied-Signal, Apple, AT&T, Citicorp, Exxon, dan lain sebagainya, tetapi juga digunakan di rumah sakit, angkatan bersenjata Amerika Serikat dan bahkan gereja.

Ke 16 Tipe Kepribadian Manajer tersebut ialah :

ISTJ : Introvert, Sensing, Thinking, Judging ; Tipe ISTJ mempunyai sifat serius, tenang, penuh konsentrasi dan logis. Seorang manajer yang bertipe ISTJ bertanggung jawab penuh dalam pekerjaannya dan segala tugasnya dikerjakan dengan praktis berdasarkan fakta yang ada.

ISFJ : Introvert, Sensing, Feeling, Judging ; Tipe ISFJ mempunyai sifat tenang, ramah, bertanggung jawab, teliti, setia dan baik budi. Tipe ISFJ mengungkapkan seorang manajer yang tekun bekerja untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.

ISTP : Introvert, Sensing, Thinking, Perceiving ; Tipe ISTP mempunyai sifat tenang, pendiam dan analitis. Manajer bertipe ISTP merupakan manajer yang melaksanakan tugasnya dengan serius dan teliti.

ISFP : Introvert, Sensing, Feeling, Perceiving ; Tipe ISFP mempunyai sifat malu, sangat ramah, sensitive dan rendah hati. Manajer bertipe ISFP adalah pekerja yang setia, tidak suka berdebat dan sering mengerjakan tugasnya dengan rileks.

ESTP : Extrovert, Sensing, Thinking, Perceiving ; Tipe ESTP mempunyai sifat tidak tergesa-gesa, penerima dan tidak sensitif. Tipe ini mengungkapkan seorang manajer yang tidak “ngoyo” dalam pekerjaan.

ESFP : Extrovert, Sensing, Feeling, Perceiving ; Tipe ESFP mempunyai sifat ramah, tidak suka repot, humoris, dan mudah beradaptasi. Tipe ini menyatakan seorang manajer yang lebih mengutamakan kenyataan daripada teori dalam pekerjaannya.

ESTJ : Extrovert, Sensing, Thinking, Judging ; Tipe ESTJ mempunyai sifat praktis, realistis dan tidak suka berkhayal. Manajer bertipe ESTJ tidak tertarik pada hal-hal yang tidak berguna, senang berorganisasi dan melakukan segala aktivitas.

ESFJ : Extrovert, Sensing, Feeling, Judging ; Tipe ESFJ mempunyai sifat ramah, suka bicara, teliti, dan memimpin. Dalam melakukan pekerjaannya, manajer bertipe ESFJ ini memerlukan keharmonisan dan dukungan semangat. Ia tertarik pada pemikiran yang abstrak.

INFJ : Introvert, Intuitive, Feeling, Judging ; Tipe INFJ ini mempunyai sifat sering memaksa, teliti, sering ikut campur dan tekun. Tipe ini adalah tipe manajer yang tekun bekerja dan terkenal dengan buah pikirannya yang cemerlang.

INTJ : Introvert, Intuitive, Thinking, Judging ; Tipe INTJ mempunyai sifat ragu-ragu, kritis, bebas dan keras kepala. Tipe manajer ini dapat menyalurkan ide, dan pikirannya yang cemerlang dalam pekerjaannya.

INFP : Introvert, Intuitive, Feeling, Perceiving ; Tipe INFP mempunyai sifat senang mempelajari sesuatu yang baru, ramah dan mudah dipercaya. Tipe ini mengungkapkan manajer tersebut senang bekerja.

INTP : Introvert, Intuitive, Thinking, Perceiving ; Tipe INTP mempunyai sifat tenang, pendiam dan apatis. Tipe ini ialah tipe manajer yang senang melakukan tugasnya berdasarkan teori.

ENFP : Extrovert, Intuitive, Feeling, Perceiving ; Tipe ENFP bersifat antusias, bersemangat tinggi, banyak akal dan imajinatif. Seorang manajer yang mampu melakukan semua tugas yang diberikan kepadanya. Ia dapat membantu memecahkan problem perusahaan.

ENTP : Extrovert, Intuitive, Thinking, Perceiving ; Tipe ENTP ini bersifat cepat dan banyak akal. Tipe ini adalah tipe manajer yang senang berdebat dan mengabaikan tugas yang dianggapnya rutin.

ENFJ : Extrovert, Intuitive, Feeling, Judging : Tipe ini bersifat ramah, populer, dan sensitif terhadap pujian maupun kritik. Tipe manajer ini adalah tipe seseorang yang mau mendengarkan pendapat dan merasakan kesulitan orang lain.

ENTJ : Extrovert, Intuitive, Thinking, Judging ; Tipe ini bersifat ramah, berterus terang, tegas dan berjiwa pemimpin. Ini adalah tipe seorang manajer yang menghargai suatu alasan yang tepat dan masuk akal. Pemecah masalah.

Banyak perusahaan menggunakan proses MBTI dalam program mengembangkan manajemen mereka untuk menolong para manajer agar lebih mengetahui karakter mereka yang sesungguhnya, dan mengerti pendapat orang lain serta menciptakan kerja sama yang baik. Disamping itu, tes ini juga berguna untuk memberi pekerjaan, evaluasi prestasi dan negosiasi perencanaan pemasaran, dalam suatu perusahaan. Anda termasuk yang mana? (HL)

Sumber: www.withhenny.co, jawaban.com
Source: http://www.resep.web.id/career/anda-termasuk-tipe-mana-enam-belas-tipe-manajer.htm

n i pernah ngisi tes online n free, dsni link ny: http://www.personalitymax.com/free-personality-test/

Senin, September 27, 2010

Stadidum Generale 25 Sept 2010

“Kompetensi dan Peran Ahli Psikologi di Era Globalisasi” oleh Prof. Dr. M. Enoch Markum

Globalisasi = tidak ada pagar antarnegara
Tantangan karena adanya globalisasi:
- tugas ke luar negeri
- bekerja dengan orang yang berbeda budaya
- bekerja dengan etos lingkungan kerja yang rendah
- bekerja di lingkungan yang tidak aman

Ciri-ciri globalisasi:
- Perubahan yang sangat cepat
- Kompetisi yang tajam
- Keterbukaan dan demokrasi
- Adanya pasar bebas
- HAM

Dampak gobalisasi:
- Stress dna depresi
- Siapa yang kuat itulah yang bertahan
- Kehilangan pegangan karenan\ perubahan yang sangat cepat
- Memacu etos kerja yang tinggi
- Pengalaman internasional
- Ancaman bagi nilai tradisional
- Meningkatkan kompetisi : bahasa asing, manajemen, IT dll

Peran Psikologi
Psikologi Humanistik
- Gelombang I : psikoanalisis (S. Freud)
- Gelombang II : behaviorisme (Pavlov, Skinner, Watson)
- Gelombang III : Psikologi humanistik (C. Rogers, A. Maslow)

Gel. I dan II tu tentang alam bawah sadar, yang menentukan manusia itu hanya dari luar diri, hanya memikirkan hal-hal negatif dari manusia. Gel. III itu ada karena protes akan Gel. I dan II karena mereka terlalu negatif memikirkan tentang manusia dan menyatakan manusia hanya seperti robot yang bisa dibentuk sesuai yang mereka inginkan. Bagi Gel. III psikolog hanya fasilitator, semua bergantung pada diri pribadi.
Maslow : manusia itu punya potensi, biarkan sampai manusia bisa mengaktualisasikan dirinya
Rogers : manusia itu bergantung pada tingkah lakunya sendiri, client center therapy

Psikologi positif
Yang dikejar manusia:
- Kebahagiaan
- Kehidupan yang baik
- Well-being
Pendekatan yang mengenali kekuatan dan kelebihan manusia: apa potensi, motif dan kapasitas kebahagiaan, kehidupan yang baik dan well-being.

Tindakan terhadap suatu gejala:
- preventif : mencegah supaya gejala tidak muncul
- kuratif : menghilangkan gejala yang ada
- promotif : memperomosikan (meningkatkan / memperkuat suatu tindakan) contohnya orang sehat yang menjadi sakit, lalu menjadi sembuh, disaat sudah sembuh, orang itu seharusnya lebih kuat dan sehat dari sehat diawal.

Kebahagiaan :
- Authentic happiness, bagaimana kita membahagiakan orang lain, membantu orang lain, berguna untuk orang lain, itulah kebahagiaan. Bisa memaknai pekerjaan dan menganggap penting pekerjaan. Setiap orang memiliki emosi positif yang merupakan pencerminan dari dirinya ada yang dianggap penting yang selalu ditampilkan pada berbagai situasi.
- Kepuasaan selain kebahagiaan, contohnya jika ujian mendapat nilai C (lulus), kita bahagia namun belum tentu puas karena sebenarnya kita bisa saja mendapat nilai yang lebih baik (A atau B).

Prinsip authentic happiness:
- everyone benefit
- savoring success
- social intellegent
- opening doors, jika yang lain menutup pintu, kita membuka pintu untuk menolong orang lain
- strengths in couple
- finding meaning, menemukan makna hidup

Kehidupan yang baik :
- dalam diri : jujur, berani, baik hati
- koneksi dengan orang lain : suka menolong, pemaaf

Subjective well-being :
- kebahagiaan : kondisi emosi
- keputusan : penilaian (judjement, kognitif)

preaktor :
- optimis
- positif terhadap diri
- relasi yang positif
- tau makna dan tujuan hidup
- extroversion
- sense of perceived control

Flow (Mihaly Csikszentmihaly, 1975)

Flow: being in the zone
Kehidupan “sensasi” secara holistic pada saat melakukan sesuatu dengan pelibatan penuh (melakukan yang terbaik akan sesuatu), tidak ada beban dan tidak ada tekanan (misalnya pada saat perlombaan, tidak ada tekanan harus menang,biarkan ia mengalir).

Appreciative Inquiry(AI):
- pendekatan baru dalam perubahan
- pikiran menentukan tingkah laku

Aplikasi AI:
Penyelesaian masalah, terjadi kesenjangan karena ada perbedaan antara kondisi saat ini dan kondisi yang diharapkan. Contohnya : seharusnya kota ini bersih, tapi apda kenyataannya kota ini banyak sampah dan lalat. Indentifikasi: masyarakat yang tidak disiplin (tidak disiplin dialternatifkan) atau TPA sampahnya menumpuk (sampah menumpuk diselesaikan).

Pendekatan AI: model 4D
Discovery (pikirkan bahwa sampah itu memberi kehidupan dan dilist apa saja positifnya tentang sampah), Dream (mimpikan sampah sisi positifnya saja), Design (bagaimana caranya mewujudkan impian itu) dan Delivery (Mewujudkan dan terjadi perubahan)

Ketahanan diri :
- kemenangan itu bukan karena tidak pernah kalah, namun siapa yang selalu bangkit saat kalah
- dan saat bangkit itu lebih semangat dari sebelumnya.

Tiga cara supaya bangkit:
- menerima kenyataan dengan lapang dada
- menemukan makna dari setiap pengalaman, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan
- mencari berbagai alternatif dalam menyelesaikan masalah

Evolusi fungsi SDM:
- tahun 70 – 80 : tentang gaji dan jumlah cuti
- tahun 90an : seleksi, perekrutan dan kepuasan kerja
- talent manajemen :
seleksi dan perekrutan lebih efisien tapi berkompetensi
mengembangkan pimpinan agar kualitasnya meningkat
mengindentifikasikan masalah kesenjangan melalui pelatihan
mengelola SDM secara konsisten dan terukur
mengidentifikasi yang kinerjanya tinggi


-MEM-

Rabu, September 01, 2010

Orangtua Mengulang Cerita Karena Lupa Siapa yang Diajak Bicara

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Toronto, Pernahkah Anda mengalami harus mendengar cerita yang berulang-ulang dari orangtua? Mungkin Anda sampai hapal jalan ceritanya. Ternyata orangtua bukan sengaja mengulang ceritanya tapi karena informasi tentang siapa saja yang pernah diajak bicara tidak tersimpan.

Dikutip dari Livescience, Rabu (1/9/2010), ingatan sumber merupakan ingatan tentang dari mana sebuah informasi berasal. Sedangkan ingatan tujuan berisi ingatan tentang siapa saja yang pernah diajak bicara. Gangguan pada ingatan tujuan membuat orang tua sering mengulang-ulang cerita yang sama pada orang yang sama.

Dua jenis ingatan ini juga yang menurut peneliti dari Rotman Research Institute jika tidak berfungsi normal bisa membuat orang pikun. Ilmuwan kognitif yang memimpin penelitian itu, Nigel Gopie menyebutnya sebagai ingatan sumber (source memory) dan ingatan tujuan (destination memory).

Ingataan tujuan inilah yang kadang tidak sempurna pada orangtua sehingga tidak ingat siapa saja yang pernah diceritakannya.

Dalam uji yang dilakukan terhadap 40 mahasiswa berusia 18-30 tahun dan 40 lansia berusia 60-83 tahun menunjukkan bahwa kedua kelompok ini tidak punya masalah tentang ingatan sumber atau materi yang dibicarakan hanya beda 10 persen dengan ingatan anak muda yang lebih baik.

Tetapi untuk ingatan tujuan atau siapa yang diajak bicara, hasil eksperimen menunjukkan perbedaan yang mencolok hingga 21 persen.

Para peneliti menduga, proses penuaan berdampak pada kemampuan untuk memusatkan perhatian. Akibatnya para lansia sulit mengingat orang-orang yang pernah diajak bicara meski kadang-kadang masih dapat mengingat dengan baik materi pembicaraannya.

source: www.detik.com