| Disorder | Rating |
| Paranoid Disorder: | Moderate |
| Schizoid Disorder: | High |
| Schizotypal Disorder: | High |
| Antisocial Disorder: | Low |
| Borderline Disorder: | Moderate |
| Histrionic Disorder: | High |
| Narcissistic Disorder: | Moderate |
| Avoidant Disorder: | High |
| Dependent Disorder: | Very High |
| Obsessive-Compulsive Disorder: | High |
-- Personality Disorder Test - Take It! -- -- Personality Disorders -- | |
Kamis, Februari 25, 2010
The Result
Rabu, Februari 24, 2010
Sumpah Dokter yang Banyak Terlupakan
Dalam rangka Dies Natalis Universitas Indonesia ke 60 Tingkat Fakultas Kedokteran, para dokter diingatkan lagi dengan sumpah dokter yang pernah diucapkan ketika lulus dari sekolah kedokteran.
Sumpah dokter: "Saya bersumpah bahwa saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan. Saya akan menjalankan tugas saya dengan cara yang terhormat dan bersusila sesuai dengan martabat pekerjaan saya. Saya akan memelihara sekuat tenaga martabat, tradisi luhur jabatan kedokteran. Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan karena keilmuan saya sebagai dokter. Kesehatan penderita senantiasa akan saya utamakan dalam menunaikan kewajiban terhadap penderita. Saya akan berikhtiar dengan sungguh-sungguh, supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kebangsaan, kesukuan, politik kepartaian atau kedudukan sosial. Saya akan memberikan kepada guru-guru saya penghormatan dan pernyataan terima kasih yang selayaknya. Teman sejawat akan saya perlakukan sebagai saudara kandung. Saya akan menghormati setiap insani mulai dari saat pembuahan. Sekalipun diancam saya tidak akan mempergunakan pengetahuan kedokteran saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan hukum perikemanusiaan. Saya ikrarkan sumpah ini dengan sungguh-sungguh dan dengan mempertaruhkan kehormatan diri saya".
Sumpah dokter tersebut disadur dari sumpah Hipocrates, yakni tokoh yang disebut sebagai Bapak Kedokteran, namun ada beberapa bagian yang sudah dikurangi.
Asal tahu saja, Hipocrates adalah dokter yang merupakan anak seorang dokter dan memiliki 2 anak yang juga seorang dokter. Jadi Hipocrates memang seorang dokter yang berada di lingkungan kedokteran dan benar-benar mengabdikan dirinya untuk kemanusiaan.
Salah satu kalimat yang terdapat dalam sumpah Hipocrates adalah 'Jika perlu saya akan membagikan hartaku untuk kepentingan orang lain..'.
Tapi sayangnya sumpah itu sepertinya tidak tertancap baik dalam jiwa beberapa dokter saat ini, karena banyak yang menjunjung prinsip UUD (Ujung Ujungnya Duit).
Menurut Prof dr Menaldi Rasmin, SpPK FCCP, Ketua Konsil Kedokteran Indonesia, setiap dokter seharusnya belajar dari Hipocrates.
"Jika tidak ingin pekerjaan dokter ini jadi serampangan maka butuh tuntunan dalam sejarah. Mari kita belajar dari sejarah dan Hipocrates," kata Prof Menaldi dalam acara temu wicara di aula FKUI Salemba Jakarta, Rabu (24/2/2010).
Konsil Kedokteran Indonesia menyebutkan setidaknya 7 standar kompetensi yang harus dimiliki seorang dokter yaitu:
1. Memiliki komunikasi efektif
2. Keterampilan klinis yang tajam
3. Landasan ilmiah kedokteran
4. Manajemen masalah kesehatan
5. Pengelolaan informasi
6. Perbaikan terus menerus
7. Memiliki etika, moral dan profesionalisme dalam bekerja.
"Barangkali dokter Indonesia kuat dalam butir 2 dan 3 tapi kurang kuat pada butir 1 dan 5. Untuk butir 7, silakan tanya diri masing-masing," kata Prof Menaldi.
Menurut WHO, seorang dokter yang baik harus memiliki kualitas bintang 5, yaitu: Memiliki pelayanan yang baik, tegas dan berani mengambil keputusan, komunikator yang handal, mampu memimpin komunitas dan seorang manajer yang baik.
"Namun standar tersebut sepertinya sudah dikristalisasi menjadi 3, yaitu hanya menyembuhkan sangat kadang-kadang, hanya membantu melepaskan keluhan sekali-kali dan membantu memberi kenyamanan pasien secukupnya. Tapi saya yakin semua dokter niatnya lurus, ngapain sekolah mahal-mahal kalau untuk niat jahat," tutur Prof Menaldi.
Menurut Irjen Pol (P) Dr dr H Hadiman, SpKO, SH, MBA, MSc, di tengah 'zaman edan' ini, sumpah dokter harus diingat kembali dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekedar teori saja.
"Kalau perlu dipampang terus, bukan cuma dibaca saja. Dokter itu hebat, jadi harus dijunjung tinggi," kata Dr Hadiman.(fah/ir)
source: www.detik.com
Senin, Februari 22, 2010
Mendadak Bisa Bicara Aksen Bahasa Asing, Ciri Penderita FAS
Orang yang mendengarnya pun bakal ikut kebingungan kenapa suami, istri, anak atau sahabat terdekatnya tiba-tiba berbicara dengan aksen negara yang sama sekali belum pernah dikunjungi atau didengarnya.
Jangan bingung dulu, karena memang ada penyakit FAS ini. FAS ini terjadi karena adanya gangguan otak yang sangat jarang terjadi yang menyebabkan penderitanya bisa berbicara seolah-olah dirinya berasal dari negara asing itu.
Penyebabnya bisa karena luka di kepala atau pernah mengalami stroke. Namun ada juga yang melaporkan penyebab lainnya akibat multiple sclerosis dan kelainan lain yang dalam beberapa kasus penyebabnya tidak jelas teridentifikasi.
Seperti yang dialami perempuan bernama CindyLou Romberg yang tiba-tiba gaya bicaranya terdengar seperti berasal dari sejumlah negara eksotis di dunia.
Kadang-kadang ia bisa berbicara bahasa Rusia, Jerman atau menggunakan bahasa Swedia. Padahal dirinya tidak pernah meninggalkan kota kelahirannya di Port Angeles, Washington atau mempelajari bahasa-bahasa asing tersebut.
Dokter menyebut hal yang dialami oleh Romberg ini sebagai Foreign Accent Syndrome (FAS). Hal yang terjadi pada Romberg diduga berhubungan dengan kecelakaan yang dialaminya tahun 1981.
Saat itu Romberg mengalami depresi patah tulang tengkorak akibat jatuh dari truk yang sedang bergerak. Setelah pulih dari cedera otak yang parah, dirinya berusaha untuk bisa berbicara secara normal selama 2 tahun dan sempat kehilangan suara selama beberapa hari. Ketika suaranya sudah kembali, ia memiliki FAS tersebut.
"Kemungkinan ia mengalami episode kecil penurunan suplai darah ke otak selama proses penyembuhannya untuk menghindari cedera tambahan, hal ini menyebabkan dirinya mengalami FAS," ujar ahli saraf Julius Fridriksson, seperti dikutip dari ABCNews, Senin (22/2/2010).
Fridriksson mengatakan FAS bisa berasal dari sebuah trauma atau benturan yang terjadi di bagian otak sebelah kiri yang bertanggung jawab terhadap kemampuan seseorang berbicara.
Secara medis tidak ada yang salah dengan kondisi tubuhnya, hanya saja penderita bisa berbicara menggunakan bahasa asing tanpa pernah berkunjung atau mempelajari bahasa tersebut.
"Bagaimanapun kondisinya saya tetap merindukan suara saya yang dulu, suara yang telah bersama saya selama 49 tahun dan telah menjadi bagian dari diri saya. Tapi kini hal yang terpenting adalah saya sehat dan masih bisa beraktivitas dengan baik," ujar Romberg.
Ucapan yang dikeluarkan oleh penderita FAS dapat berubah dalam beberapa waktu, perubahan intonasi dan penempatan lidah yang berbeda sehingga terdengar asing. Ucapan yang dikeluarkannya tetap bisa dimengerti meski tidak selalu terdengar teratur.
Kasus FAS yang telah didokumentasikan di seluruh dunia berbeda-beda, ada yang berubah dari aksen Jepang ke Korea, Inggris ke bahasa Perancis atau bahasa Spanyol ke bahasa Hungaria.
Beberapa perubahan gaya bicara yang umum terkait dengan FAS meliputi:
Kesalahan berbicaranya bisa diprediksi.
Adanya penggantian, penghapusan atau distorsi dari huruf konsonan.
Kesalahan dalam pengucapan misalnya 'bike' menjadi 'pike'.
Adanya distorsi, perpanjangan atau subtitusi dari huruf vokal.
Bermasalah dengan gugus konsonan.
Menggunakan kata 'uh' ketika menyisipkan kata-kata.
Untuk mendeteksi gangguan FAS ini harus melibatkan ahli saraf (untuk mendeteksi adanya cacat neurologis), radiolog (untuk mendeteksi cedera, fungsi, struktur atau sirkulasi darah di otak), psikolog (untuk mempelajari dan menganalisis psikologis pasien) serta patolog bicara (untuk menilai cara membaca, menulis dan bahasa pasien). Selain itu juga dilakukan pemeriksaan fisik lengkap mulai dari mulut seperti gerakan rahang, lidah dan bibir.
Hingga kini belum ada obat yang bisa digunakan untuk mengobati FAS, tapi terapi berbicara telah menunjukkan beberapa perbaikan pada diri pasien. Perawatan yang dilakukan bagi pasien FAS bertujuan untuk mengurangi aksen asing sehingga bisa berbicara normal lagi.(ver/ir)
source: www.detik.com
Kamis, Februari 18, 2010
Gen Unik Suku Afrika yang Bikin Hidup Panjang
Jumlah gen orang Afrika lebih banyak dibandingkan orang Eropa atau Asia. Inilah yang menjadi kunci bagaimana orang-orang Afrika berumur panjang walaupun hidupnya sulit dengan ancaman penyakit mematikan, kelaparan dan perang antar suku.
Peneliti menemukan keragaman populasi yang muncul di Afrika lebih banyak dibanding negara Eropa, Asia yang jumlah ragam populasinya lebih kecil.
Dalam penelitian itu, ilmuwan meneliti rangkaian genom lengkap dari 5 orang Afrika Selatan yang berusia di atas 80 tahun yaitu seorang Uskup Desmond Tutu dari Afrika Selatan dan empat orang suku Bushmen dari Namibia.
"Rata-rata kami menemukan banyak perbedaan genetik antara dua orang Bushmen dibanding genetik orang Eropa dan Asia," ujar Dr Vanessa Hayes dari University of New South Wales di Australia, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (18/2/2010).
Ilmuwan meneliti orang tertua yang hidup di Afrika, baik dari sisi usia maupun akar genetiknya. Tutu adalah salah satu etnis Bantu, sementara Bushmen berasal dari masyarakat pemburu di gurun Kalahari Namibia.
Hasilnya, didapatkan kelompok Buhsmen telah mencapai usia lanjut meskipun mereka hidup di bawah kondisi yang sulit untuk bertahan akibat kelaparan dan penyakit yang tidak diobati.
Fakta lain, etnis Tutu dan satu Bushmen memiliki lebih banyak mutasi yang berbeda dan dikenal dengan polimorfisme nukleotida tunggal (SNPs) dibandingkan individu yang lain.
Selain itu ditemukan perbedaan dalam gen orang dewasa tentang kemampuan mencerna susu sapi dan kaitan SNPs yang membuat seseorang rentan terhadap malaria.
Sedangkan pada etnis Kalahari memiliki gen yang dapat mengurangi hilangnya keringat garam dan air sedangkan yang lainnya memiliki tulang yang kuat untuk mengusung hidupnya.
Ilmuwan mengungkapkan gen ini membuat manusia cepat beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang ada. Penemuan aneka ragam gen orang Afrika ini juga diharapkan bisa membantu terciptanya obat-obatan yang lebih baik untuk memerangi penyakit di wilayah itu.
"Untuk mengetahui bagaimana gen mempengaruhi kesehatan seseorang harus dilihat dari berbagai variasi genetik manusianya, dan Afrika Selatan adalah tempat yang ideal untuk melihat itu semua," ujar Webb Miller dari Pennsylvania State University.
(ver/ir)
source: www.detik.com
Tidur Bersama Jutaan Bakteri
Hasil survei menyebutkan, setengah juta warga Inggris puya kebiasaan buruk, yakni hanya mencuci seprainya tiga kali dalam setahun. Dari hasil survei terhadap 1.029 pria dan wanita di seluruh bagian negara Inggris, orang London dilaporkan sebagai orang yang paling jorok karena jarang mencuci seprai.
Padahal menurut Dr Lisa Ackerley, praktisi kesehatan lingkungan, seprai yang jarang dicuci adalah sumber berkembangnya bakteri dan penyakit. Mereka yang berusia di bawah 25 tahun adalah mereka yang dilaporkan memiliki kasur paling kotor.
Pakar kesehatan juga menyebutkan, lebih dari 10 persen berat bantal yang tidak dicuci mengandung kulit mati dan 10 juta bakteri.
"Kebiasaan orang yang sering makan di kasur ditambah dengan kebiasaan jarang mencuci seprai adalah sumber penyakit yang sering disepelekan," kata Dr Lisa seperti dilansir Telegraph, Kamis (18/2/2010).
Karena kebiasaan-kebiasaan itu, tidak heran jika kasur adalah ladang bakteri dan virus yang berasal dari keringat, rambut, baju, makanan. Semua itu bisa membawa penyakit khususnya penyakit pernafasan. Keadaan itu juga dapat memperparah seseorang yang mengidap asma.
Menurut survei America's Environment Health and Safety Online, kasur adalah tempat hidup yang paling nyaman untuk tungau. Kalau mau dihitung, ada sekitar 100.000 hingga 10 juta tungau yang berada dalam kasur.
"Mencuci seprai atau kasur memang pekerjaan yang sangat berat dan melelahkan. Tapi hanya itu satu-satunya cara untuk membasmi semua mikroorganisme dan tungau yang ada di dalamnya. Minimal seminggu sekali seprai sebaiknya dicuci agar terhindari dari penyakit-penyakit yang tidak diinginkan," ujar Dr Lisa.
Apalagi jika musim dingin tiba, biasanya seseorang jarang mencuci seprai dan menghabiskan waktu lebih banyak untuk tidur. Tapi jika Anda tidak mau tidur bersama jutaan bakteri dan tungau, pastikan mencuci seprai dengan rajin.
(fah/ir)
source: www.detik.com
Obsesi Tidak Masuk Akal si Penderita OCD
Kelainan obsesif kompulsif adalah suatu gangguan yang mana seseorang memiliki pikiran dan ketakutan yang tidak masuk akal sehingga membuat orang tersebut melakukan perilaku yang berulang-ulang (tekanan).
Seseorang yang mengalami OCD menyadari bahwa obsesinya tidak masuk akal dan mencoba untuk mengabaikannya, tapi hal ini hanya akan meningkatkan tekanan dan kecemasan dalam dirinya.
Pikiran obsesif-kompulsif ini akan datang kembali sehingga karakteristiknya mirip seperti lingkaran setan. Pada akhirnya, orang tersebut akan melakukan tindakan kompulsif (memaksa) untuk meringankan penderitaan atau perasaan yang ada.
Seperti dikutip dari Mayo Clinic, Rabu (17/2/2010) penyebab OCD tidak sepenuhnya dipahami oleh para ahli, tapi ada beberapa teori yang diperkirakan menjadi penyebab OCD, yaitu:
Faktor biologi.
Beberapa bukti menunjukkan OCD dapat mengakibatkan perubahan zat kimia dalam tubuh atau fungsi otaknya. Kemungkinan OCD berkaitan dengan komponen genetik, namun gen-gen spesifiknya belum dapat diidentifikasi.
Faktor lingkungan.
Beberapa peneliti percaya bahwa OCD berasal dari kebiasaan yang berhubungan dengan perilaku orang tersebut dari waktu ke waktu.
Kekurangan serotonin.
Kekurangan serotonin (salah satu senyawa pembawa pesan di otak) diduga memberikan kontribusi, namun tidak ada perbedaan pola aktivitas di otak. Hanya saja beberapa penelitian melaporkan penderita OCD yang mengonsumsi obat untuk meningkatkan serotonin menunjukkan gejala yang lebih sedikit.
Gejala OCD yang ditimbulkan meliputi obsesi dan tekanan. Untuk gejala OCD obsesi biasanya memiliki ide, pikiran, gambar atau rangsangan yang tidak diinginkan dan tanpa sengaja terus menerus berulang di dalam otak meskipun tampaknya tidak masuk akal. Gejalanya seperti rasa takut terkontaminasi kuman atau kotoran, segalanya harus teratur dan simetris serta adanya dorongan yang agresif dan mengerikan.
Sedangkan gejala tekanan (compulsions) adalah perilaku berulang-ulang yang dimaksudkan untuk mencegah atau mengurangi kecemasan dan tekanan yang terkait dengan obsesinya. Gejalanya seperti mencuci dan membersihkan barang berkali-kali, menghitung atau memeriksa sesuatu yang semuanya dilakukan secara berulang-ulang serta segala sesuatu yang berhubungan dengan kerapihan dan ketertiban.
Terdapat perbedaan antara orang yang perfeksionis dengan OCD, orang yang perfeksionis tidak selalu mengalami OCD. Karena orang yang OCD bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk melakukan hal-hal yang sama untuk mengurangi obsesinya. Penderita akan merasa tertekan tapi tidak berdaya untuk menghentikan dorongan tersebut.
Seseorang memiliki faktor risiko terhadap OCD jika ada riwayat keluarga yang pernah mengalaminya atau memiliki tekanan hidup seperti stres yang sangat berat. Gangguan ini bisa muncul sejak anak-anak atau saat dewasa yang dimulai pada usia 21 tahun.
Komplikasi yang mungkin timbul adalah memiliki pemikiran dan tindakan yang berbahaya, gangguan pola makan, depresi, mengalami masalah kulit (dermatitis), ketidakmampuan untuk bekerja atau sekolah serta memiliki gangguan ketakutan yang lain.
Pemeriksaan yang harus dilalui untuk mendeteksinya adalah melakukan tes fisik, laboratorium (darah dan fungsi tiroid) serta tes psikologi. Sedangkan untuk perawatan hingga kini hanya sebatas untuk mengontrol gejala yang timbul melalui psikoterapi dan konsumsi obat tertentu.
(ver/ir)
source: www.detik.com
Rabu, Februari 17, 2010
Apa yang Berbeda dengan Otak Einstein?
Jakarta, 'Belajar yang rajin ya nak, biar pintar matematika dan fisika seperti Einstein', begitu kata seorang ibu pada anaknya. Apa sebenarnya yang istimewa dari otak Albert Einstein? Jawaban pertanyaan tersebut coba digali secara mendalam oleh para ahli selama beberapa waktu ini.Albert Einstein meninggal pada tanggal 18 April 1955 dalam usia 76 tahun. Dokter Thomas Harvey, sang patologis menyimpan otak Einstein setelah diotopsi, sebelum jenazah tersebut dikremasi. Sampai saat ini ada beberapa penelitian yang cukup menarik perhatian tentang otak Einstein tersebut.
Penelitian pertama dipublikasikan pada tahun 1985. Para peneliti coba menghitung sel saraf (neuron), dan sel penunjang (sel glia) di 4 bagian otak Einstein. Area 9 di korteks cerebri kiri dan kanan, dan area 39 di bagian korteks cerebri kiri dan kanan.
Area 9 merupakan bagian otak yang berperan penting dalam perencanaan, atensi, dan memori. Area 39 adalah bagian otak yang berperan besar dalam fungsi berbahasa dan tugas kompleks lainnya. Rasio antara sel saraf (neuron) dan sel glia otak Einstein dibandingkan dengan 11 orang laki-laki yang meninggal dunia di usia 64 tahun.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio neuron dan sel glia otak Einstein lebih kecil dibanding para pembandingnya, terutama pada area 39 kiri. Pada area 39 kiri, otak Einstein memiliki neuron yang lebih sedikit, sehingga lebih banyak sel glia untuk setiap neuron otaknya.
Para peneliti berkesimpulan bahwa jumlah sel glia per neuron yang lebih besar tersebut berarti bahwa kebutuhan metabolik sel-sel saraf Einstein lebih tinggi. Hal ini yang mungkin menjelaskan mengapa Einstein memiliki kemampuan berpikir dan ketrampilan konseptual yang lebih baik.
Publikasi kedua diterbitkan pada tahun 1996 memperlihatkan bahwa otak Einstein sedikit lebih ringan daripada rata-rata berat otak laki-laki dewasa, namun memiliki kepadatan neuron yang lebih tinggi. Kepadatan neuron ini yang diperkirakan berperan dalam fungsi berpikirnya yang lebih baik.
Penelitian yang lain membandingkan karakteristik lapisan luar otak Einstein dengan 35 otak laki-laki yang lain (rata-rata usia 35 tahun). Otak Einstein memiliki celah (yang disebut sulcus) yang berbeda dengan otak yang lain di bagian parietal kanan dan kiri. Otak di bagian parietal terutama berperan dalam fungsi luhur manusia.
Bagian ini diperkirakan memiliki peran yang penting kemampuan matematika dan berpikir rasional. Struktur otak yang sangat khusus ini dianggap memiliki kontribusi yang besar terhadap kemampuan matematika dan fisikanya yang menakjubkan.
Pertanyaan yang menarik adalah apakah semua ahli fisika dan matematika memiliki struktur yang serupa dengan Albert Einstein? Hal ini memerlukan pembuktian tersendiri.
Pertanyaan kritis yang lain adalah sampel pembanding dengan jumlah yang sedikit. Otak Einstein dianalisis pada kondisi post mortem. Penelitian saat ini memungkinkan untuk menilai secara fungsional aktivitas otak dengan kondisi tertentu (misalnya: penyelesaian tugas).
Pada riset-riset berikutnya para ahli dianjurkan untuk secara terus mempelajari hal-hal yang berbeda dari otak para genius. Riset yang selanjutnya seharusnya dikerjakan pada sekelompok populasi genius, dan bukan hanya mempelajari otak dari satu orang saja. Inferensi yang dibuat dari satu kasus saja pasti tidak akan memenuhi kaidah-kaidah kualitas penelitian.
Kemajuan teknologi kedokteran pencitraan (imaging) saat ini tampaknya memungkinkan penelitian tersebut. Hal itu diharapkan akan mampu menjawab berbagai kontroversi yang masih ada seputar keunikan otak Einstein, dan berkontribusi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan.
(ir/ir)
source: www.detik.com
Wanita Berjilbab Harus Banyak Kena Matahari
Pakaian yang serba tertutup membuat penyerapan sinar matahari ke kulit tidak maksimal. Terlebih jika aktivitasnya lebih banyak di dalam ruangan. Oleh karena itu peneliti menyarankan wanita dengan pakaian tertutup memperhatikan asupan vitamin D.
Tapi perlu diingat sinar matahari yang paling sehat adalah sinar matahari antara pukul 7-9 pagi atau di atas pukul 15.00. Sinar matahari pada jam-jam itu tidak berbahaya bagi kulit.
Peneliti dari the Children's Hospital at Westmead melakukan studi terhadap 149 orang yang berasal dari Sudan, Mesir dan Kenya. Studi dilakukan di Sydney pada musim dingin dan musim semi pada tahun 2006. Hasilnya menunjukkan, 90 persen partisipan masih tergolong kekurangan vitamin D.
Namun partisipan yang paling rendah kadar vitamin D-nya adalah orang dengan pigmen kulit gelap, orang dengan pakaian serba tertutup serta ibu menyusui anak di atas 6-12 bulan.
Seperti dikutip Themedicalnews, Rabu (17/2/2010), vitamin D sangat penting untuk kesehatan tulang dan sumber vitamin D yang paling baik adalah sinar matahari. Kekurangan vitamin D bisa meningkatkan risiko osteoporosis dan retak tulang.
Osteoporosis lebih banyak terjadi pada wanita. Hal ini disebabkan pengaruh hormon estrogen yang mulai menurun kadarnya dalam tubuh sejak usia 35 tahun. Selain itu, wanita pun mengalami menopause yang dapat terjadi pada usia 45 tahun. Menurut survei, 24 persen wanita berumur 40–59 tahun sudah mengalami osteoporosis.
Kekurangan vitamin D juga bisa menyebabkan patah tulang, myalgia, myopathy dan retak tulang. Ibu hamil yang kekurangan vitamin D juga sangat rentan melahirkan anak dengan kaki O dan gangguan motorik. Tak hanya untuk tulang, vitamin D juga sangat pentng untuk sistem imun tubuh dan pertumbuhan sel.
Untuk itu peneliti menyarankan agar orang berkulit gelap, berjilbab, anak-anak dan orang dewasa butuh tambahan sinar matahari lebih banyak untuk meningkatkan jumlah vitamin D dalam tubuhnya.
Ibu hamil berkulit gelap dan berjilbab juga ditekankan untuk menjalani screening rutin untuk mengetahui level vitamin D-nya pada trimester pertama kehamilan. Studi yang dipublikasikan dalam Medical Journal of Australia ini merekomendasikan asupan vitamin sebesar 400 IU per hari jika ingin terhindar dari risiko osteoporosis.
Selain itu, risiko osteoporosis juga bisa terjadi pada wanita yang mengalami pengangkatan rahim, orang yang kurang olahraga, punya riwayat keturunan osteoporosis, perokok, punya tubuh terlalu kurus, konsumsi daging merah berlebih, peminum kopi dan minuman bersoda serta pengguna obat-obatan seperti Kortison, Prednison, Anti konvulsan atau hormon tiroid. Osteoporosis adalah suatu penyakit yang biasanya tidak diikuti gejala, makanya sering disebut sebagai The Silent Thief. Tapi ada beberapa gejala yang bisa jadi dasar untuk menentukan seseorang terkena osteoporosis atau tidak, diantaranya:
1. Adanya nyeri di tulang belakang, pergelangan tangan, pangkal paha
2. Adanya nyeri dan rasa sakit pada tulang leher
3. Adanya kecenderungan penurunan tinggi badan
4. Postur tubuh kelihatan memendek.
(fah/ir)
source: www.detik.com
Koyo Penghilang Depresi dan Penambah Semangat
Nah, untuk menghilangkan perasaan depresi dengan cepat, peneliti Inggris mengembangkan sebuah koyo yang bisa mengusir depresi. Cukup dengan menempelkan koyo itu pada kulit, semua masalah depresi yang menyebabkan sakit kepala, insomnia, panik, susah makan hingga disfungsi seksual bisa hilang seketika.
Depresi terjadi ketika kondisi hormon atau zat kimia dalam otak tidak seimbang yaitu ketika level hormon serotonin rendah dan hormon kortisol tinggi. Biasanya obat anti depresi bekerja dengan meningkatkan hormon serotonin.
Salah satu obat yang bisa meningkatkan kadar serotonin adalah Selegiline yang bekerja dengan cara memblokir beberapa enzim tertentu. Diantara obat-obatan lainnya, selegiline telah lama diketahui sebagai obat yang paling efektif mengatasi depresi.
Namun masalah utama dari konsumsi obat anti depresi itu secara terus menerus adalah efek sampignya yang berbahaya. Enzim yang diblokir oleh selegiline akan menghasilkan senyawa yang disebut tyramine.
Jika dalam tubuh, terutama usus terlalu banyak tyramin maka pembuluh darah akan mengerut dan detak jantung meningkat yang akhirnya menyebabkan tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, orang yang mengonsumsi obat itu sebaiknya tidak mengonsumsi makanan dengan tyramin tinggi seperti keju, cokelat, sosis kering, anggur atau bir.
Karena banyak efek samping dari konsumsi obat depresi peneliti akhirnya menciptakan koyo yang punya efek sama dengan obat antidepresi tanpa meninggalkan efek samping bagi tubuh.
Kandungan hormon serotonin yang terdapat dalam koyo selegiline akan masuk ke dalam darah tanpa harus melalui usus. Itu artinya, konsumen tidak perlu melakukan pantangan makan.
"Dengan memasukkan selegiline melalui kulit, risiko buruk akibat konsumsi makanan yang mengandung tyramin bisa dicegah," kata Andrew Gardine, perwakilan dari Syntropharma, perusahaan yang memproduksi koyo tersebut seperti dilansir Dailymail, Selasa (16/2/2010).
Koyo diketahui punya efek yang lebih bagus daripada konsumsi obat secara oral (mulut), yakni bisa menjaga level obat tetap konstan dalam tubuh dan mengurangi efek samping obat. Kemampuan koyo ini juga diketahui bisa bertahan hingga 24 jam.
Dengan adanya koyo ini, peneliti berharap agar orang yang mengalami depresi bisa segera bangkit dan bersemangat lagi menjalani hidupnya. Koyo selegiline pun diprediksi untuk bisa dipasarkan dalam tiga tahun lagi.
(fah/ir)
source: www.detik.com
Jumat, Februari 12, 2010
Pasien Koma Bangun Gara-gara Sebuah Bisikan
Sebelumnya dokter menyatakan bahwa keadaan pria berusia 60 tahun itu kurang baik akibat koma yang dideritanya. Tapi setelah mendengar bisikan dari istrinya, David tiba-tiba sadar bahkan sembuh total dari penyakit kerusakan otaknya yang cukup parah.
"Awalnya saya diberitahu sebuah kabar menyeramkan oleh dokter. Mereka bilang tidak yakin apakah David bisa selamat jika dioperasi. Bahkan jika ia berhasil selamat, sebagian otaknya akan rusak," tutur Helen seperti dilansir Dailymail, Jumat (12/2/2010).
Entah mukjizat apa yang ada di balik bisikan sang istri, tapi saat Helen Russell membisikkan kalimat 'Kamu sudah jadi kakek sekarang. Ayolah kakek, kamu harus bangun', tiba-tiba David membuka matanya.
David adalah ayah dari tiga orang anak asal Didmarton, Gloucetershire. Ia mengalami kerusakan otak setelah terjatuh di lantai pada bulan Desember 2009. David dilarikan ke rumah sakit Frenchay Hospital, Bristol dan dioperasi selama 5 jam hingga akhirnya mengalami koma.
Tapi ia berhasil sadar dan sembuh setelah mendengar bisikan istrinya yang menyebutkan bahwa ia akan menjadi kakek untuk pertama kalinya setelah mendapat cucu yang bernama Edie.
Menurut Helen, David memang sangat menantikan kelahiran cucu pertamanya dan sangat ingin menjadi kakek. Kekuatan itulah yang diduga membangunkan David dari komanya yang berkepanjangan.
Saat ini David sudah sembuh total dari kerusakan otaknya dan sangat bahagia menjadi seorang kakek. "Saya tidak tahu kenapa mata saya bisa terbuka saat itu, yang jelas saya merasa senang sekarang. Suatu hari nanti jika Edie sudah besar, saya akan mengatakan padanya bahwa ia adalah penyelamat," kata David.
(fah/ir)
source: www.detik.com
Kamis, Februari 11, 2010
Kebiasaan Sepele yang Bisa Menyebabkan Otak Rusak
Seperti dilansir Calorielab, Kamis (11/2/2010), otak manusia terdiri lebih dari 100 miliar saraf yang masing-masing terkait dengan 10 ribu saraf lain. Otak adalah organ tubuh vital yang merupakan pusat pengendali sistem saraf pusat.
Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi, ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya.
Otak adalah penyalur energi terbesar bagi tubuh. Meski ukuran otak hanya sebesar 2 persen dari keseluruhan berat badan manusia, tapi seluruh kegiatan tubuh dikontrol olehnya. Artinya jika berat badan seseorang 60 kg, maka berat otaknya sekitar 1,2 kg. Hampir 75 persen otak manusia terdiri atas air.
Hanya sekitar 10% fungsi otak yang difungsikan oleh manusia, dengan demikian seharusnya masih banyak potensi otak yang belum diolah oleh manusia. Apalagi kekuatan kompetensi otak adalah sekitar 1013 – 1016 operasi per detik.
Untuk itulah otak perlu dijaga dan dirawat, jika tidak penyakit-penyakit yang merusak otak pun bisa terjadi. Seperti dikutip dari Healthmad, Kamis (11/2/2010), berikut ini 10 kebiasaan sepele yang menyebabkan otak menjadi rusak, yaitu :
1. Tidak sarapan
Mereka yang tidak sarapan akan memiliki kadar gula darah yang rendah. Hal ini akan memicu ketidakcukupan nutrisi pada otak padahal otak butuh nutrisi yang cukup untuk tetap bisa bekerja. Akibat kurang suplai nutrisi terutama glukosa, akhirnya kemampuan otak akan cepat menurun.
2. Makan berlebihan
Sikap yang terlalu berlebihan bisa mengeraskan pembuluh darah di otak yang akhirnya dapat menurunkan kekuatan mental.
3. Merokok
Semua orang tahu merokok itu tidak baik untuk kesehatan dan ada banyak dampak buruk yang dihasilkan bagi organ tubuh jika merokok. Khusus untuk organ otak, merokok bisa menyebabkan otak menyusut dan memicu penyakit pikun atau Alzheimer. Sel-sel saraf akan menyusut pada bagian hippocampus dan korteks depan yang berfungsi menyimpan ingatan.
4. Konsumsi gula berlebih
Terlalu banyak mengonsumsi gula akan mengganggu proses penyerapan protein dan nutrisi sehingga tubuh akan mengalami kekurangan gizi (malnutrisi) dan akhirnya mengganggu perkembangan otak.
5. Polusi udara
Otak adalah organ yang mengonsumsi oksigen paling banyak dari tubuh. Menghirup udara yang penuh polusi akan mengurangi suplai oksigen ke otak dan akhirnya mengurangi efisiensi otak dalam bekerja.
6. Kurang tidur
Tidur akan membuat otak berisitirahat. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama sama saja dengan membunuh sel otak perlahan-lahan karena otak terus dipaksa untuk tetap menyala padahal otak juga butuh istirahat.
7. Menutup kepala saat tidur
Tidur dengan kepala ditutup bantal misalnya, akan meningkatkan konsentrasi karbondioksida ke otak. Saat bernafas dengan kepala tertutup, karbondioksida hasil bernafas akan masuk kembali ke dalam tubuh dan hal itu sangat berbahaya.
8. Tetap bekerja dalam keadaan sakit
Memaksakan diri untuk bekerja atau belajar dalam kondisi sakit sangat tidak baik untuk otak dan akan merusak sel-sel otak.
9. Jarang berbicara
Percakapan akan membantu seseorang untuk terus mengaktifkan sel-sel otaknya, apalagi percakapan yang berbau intelektual. Orang yang jarang berbicara akan membiarkan sel-sel otaknya mati perlahan-lahan karena tidak pernah mengaktifkannya.
10. Jarang menstimulasi pikiran
Berpikir adalah cara paling baik untuk melatih otak. Kurang menstimulasi otak dengan berbagai hal akan menyebabkan otak menyusut. Sel-sel otak akan mati karena tidak ada sesuatu yang membuat otak berkembang.
Penyakit yang berhubungan dengan otak antara lain ketidak mampuan berkomunikasi (Asperger syndrome), trauma atau kerusakan batang otak (traumatic brain injury), keterbelakangan mental (Down syndrome), epilepsi, autisme, ganguan kejiwaan (psychiatric disorders), penyakit disorientasi otak (Alzheimer), kelainan otak kronis yang mengganggu pergerakan (Parkinson), kelumpuhan (Paralyses), kerusakan atau kematian sebagian otak (partial brain degenerative disorder), Szhizoprenia dan lainnya.
Pengobatan yang biasa diterapkan untuk penyakit-penyakit otak adalah menggunakan obat-obatan dan terapi psikis. Tapi kini peneliti dan para ilmuwan sedang giat mengembangkan teknik pengobatan terapi gen dan stem cell yang diyakini dapat memperbaiki neuron atau bagian otak yang telah rusak atau mati.
Selain itu, pengembangan virus tertentu yang telah dimodifikasi secara molekular juga menjadi alternatif baru yang sedang duji peneliti. Virus yang telah dilemahkan ini kemudian diinjeksi ke pasien dan selanjutnya akan bermanfaat memperbaiki sistem saraf yang rusak.(fah/ir)
source: www.detik.com
Rabu, Februari 10, 2010
Your mother - Yusuf Islam
Who should I give my love to?
My respect and my honor to
Who should I pay good mind to?
After Allah
And Rasulullah
Comes your mother
Who next? Your mother
Who next? Your mother
And then your father
Cause who used to hold you
And clean you and clothes you
Who used to feed you?
And always be with you
When you were sick
Stay up all night
Holding you tight
That's right no other
Your mother (My mother)
Who should I take good care of?
Giving all my love
Who should I think most of?
After Allah
And Rasulullah
Comes your mother
Who next? Your mother
Who next? Your mother
And then your father
Cause who used to hear you
Before you could talk
Who used to hold you?
Before you could walk
And when you fell who picked you up
Clean your cut
No one but your mother
My mother
Who should I stay rigt close to?
Listen most to
Never say no to
After Allah
And Rasulullah
Comes your mother
Who next? Your mother
Who next? Your mother
And then your father
Cause who used to hug you
And buy you new clothes
Comb your hair
And blow your nose
And when you cry
Who wiped your tears?
Knows your fears
Who really cares?
My mother
Say Alhamdulillah
Thank you Allah
Thank you Allah
For my mother
Otak Manusia Siapa yang Paling Bahagia di Dunia?
Gelombang gamma sangat jarang ditemukan pada manusia. Tapi otak seorang biksu berkebangsaan Perancis yang tinggal di daratan Himalaya diketahui penuh dengan gelombang gamma. Hal itu membuatnya dijuluki manusia paling bahagia di dunia.
Biksu tersebut bernama Matthieu Ricard. Menurut Ricard, kunci kebahagiaan terletak pada kekuatan mental. Sebagai penganut ajaran dan teori agama Budha, ia percaya bahwa kebahagiaan akan diperoleh jika fokus pada kekuatan diri sendiri. Teknik meditasi dan sikap mementingkan kepentingan orang lain adalah kuncinya.
Ricard menyebutkan ada tujuh aspek yang mempengaruhi kebahagiaan dalam hidup seseorang, diantaranya keluarga, pekerjaan, kesehatan dan sikap mental. Semua aspek itu tergabung dan terperangkap dalam pikiran. Untuk itu, apapun yang terjadi dalam hidup, semuanya harus dikembalikan pada pikiran yang tenang.
"Jika seseorang bisa menenangkan pikiran, masalah apapun yang ada dalam hidup akan terasa baik-baik saja," kata Ricard seperti dikutip dari Timesonline, Selasa (9/2/2010). Demi menghasilkan pikiran yang fokus dan tenang, Ricard sengaja untuk tidak menikah, tidak mempunyai anak atau berkarir.
Teori memfokuskan dan menenangkan pikiran yang diterapkan Ricard ternyata diakui oleh para pakar otak. Berdasarkan hasil scan otak yang dilakukan peneliti dari University of Wisconsin terhadap Ricard, diketahui bahwa bagian abu-abu pada otaknya menghasilkan gelombang gamma.
Gelombang gamma adalah gelombang yang menentukan tingkat kesadaran, ingatan, pembelajaran dan lainnya. Dalam sejarah dan literatur neuroscience, gelombang gamma belum pernah ditemukan sebelumnya pada otak manusia. Gelombang gamma inilah yang mempengaruhi tingkat ketenangan dan kebahagiaan seseorang.
Peneliti tidak hanya memeriksa otak Ricard, tapi juga faktor lainnya seperti gerakan otot muka, kemampuan mempertahankan ketenangan dan sebagainya. Semua faktor itu jika digabungkan akan menghasilkan kesehatan otak yang optimal.
Meski Ricard diduga sebagai manusia paling bahagia di dunia, ia tidak pernah mengajak apalagi memaksa orang lain untuk masuk dan menganut agamanya. Pakar saraf dan otak pun hanya menyarankan agar orang-orang mengikuti teknik yang diterapkan Ricard jika ingin hidup tentram dan bahagia.
Beberapa teknik yang dianjurkan Ricard diantaranya yaitu meditasi, mendahulukan kepentingan orang lain dan melatih pikiran bawah sadar.
Tak jauh berbeda dengan Ricard, seorang pengarang buku 'Happiness: Lessons from a New Science', Lord Layard pun mengatakan bahwa rumus bahagia adalah bersosialisasi, membuat koneksi, bergerak secara aktif, terus belajar dan biasakan memberi sesuatu untuk orang lain.
Menurut Layard yang juga merupakan pakar ekonomi Inggris, pemerintah perlu merancang program pembangunan pola hidup yang tepat untuk meningkatkan rasa bahagia.
"Kebanyakan dana dialokasikan pemerintah untuk mengurangi kemisikinan atau penyakit. Seharusnya pemerintah juga perlu mengalokasikan dana lebih untuk pelayanan kesehatan mental, dukungan orangtua dan edukasi yang positif," kata Layard.(fah/ir)
source: www.detik.com
Menentukan Kondisi Pasien Melalui Warna
Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa menggambarkan emosi seseorang melalui warna akan lebih berguna dan efektif dibandingkan melalui pemikiran atau perkiraan saja. Studi ini menemukan bahwa orang yang merasa depresi atau cemas cenderung memiliki warna abu-abu, sementara untuk orang yang bahagia lebih menunjukkan warna kuning.
Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal BMC Medical Research Methodology. Berdasarkan hasil penelitian ini diperkirakan dapat membantu mengetahui suasana hati anak-anak dan pasien lain yang mengalami kesulitan berkomunikasi secara verbal.
"Hal ini sangat membantu dokter jika pasien sulit menjawab pertanyaan, sehingga dapat memudahkan diagnosis penyakit pasien," ujar Peter Whorwell dari University Hospital South Manchester, seperti dikutip dari LiveScience, Selasa (9/2/2010).
Warna seringkali digunakan sebagai kiasan untuk menunjukkan suasana hati, tapi tak pernah diteliti kebenarannya. Whorwell dan rekannya memilih delapan warna yaitu merah, kuning, oranye, hijau, ungu, biru, pink dan cokelat. Selain itu juga ditambahkan warna putih, hitam dan empat nuansa lain dari warna abu-abu. Setelah itu dibuatlah tampilan warna dalam bentuk roda.
Dalam studi ini peneliti melibatkan 105 orang dewasa yang sehat, 110 orang dewasa yang cemas dan tertekan serta 108 orang dewasa yang depresi. Partisipan ini diharuskan memilih warna favoritnya, warna yang paling menarik dan warna yang menggambarkan kehidupanya sehari-hari selama beberapa bulan.
Didapatkan warna kuning bisa diasosiasikan dengan orang yang sehat atau bahagia sedangkan warna abu-abu dihubungkan dengan perasaan cemas. "Warna biru muda sama sekali tidak terkait dengan suasana hati yang buruk, tapi justru warna biru tua yang berhubungan," ujar Whorwell.
Whorwell juga menguji roda warna ini dengan pasien sindrom iritasi usus besar, diharapkan pilihan warna ini dapat mengungkapkan sikap dan memprediksi bagaimana kondisi dari pasien untuk menentukan perawatan yang tepat.
"Biasanya orang yang memiliki gejala gastroenterogical akan merasa malu, sehingga metode non-verbal kadang-kadang bisa mendapatkan informasi yang lebih baik daripada percakapan," ungkap Whorwell.
(ver/ir)
source: www.detik.com
Bagian Otak yang Menyebabkan Orang Takut Kehilangan Uang
Orang bijak mengatakan hidup adalah proses menuju kehilangan. Tapi tetap saja manusia takut dan sangat menjaga apa yang dipunyainya agar tak hilang terutama uang. Peneliti menemukan jawabannya ini semua gara-gara amygdala.
Sebuah studi membuktikan secara ilmiah mengapa ada orang yang takut kehilangan uang tapi ada juga yang tidak. Perbedaan bagian otak yang bernama amygdala adalah penyebabnya. Jika Anda masih punya rasa takut kehilangan uang, artinya bagian amygdala pada otak masih berfungsi dengan normal.
Dalam studinya, peneliti menganalisis otak seseorang yang bermain judi. Hasilnya menunjukkan, orang yang takut kehilangan uang saat bermain judi ternyata memiliki bagian amygdala yang aktif pada bagian otaknya. Amygdala adalah bagian yang berfungsi sebagai pusat pengontrol rasa takut dalam otak.
"Hasil laboratorium dan bukti di lapangan menunjukkan bahwa seseorang cenderung menghindari risiko kehilangan meski sebenarnya mungkin ia akan mendapat sesuatu yang lebih besar jika kehilangan," kata Dr Benedetto De Martino dari the California Institute of Technology, Pasadana seperti seperti dilansir dari ABCNet, Selasa (9/2/2010).
Sebagai contoh, orang akan menghindari judi karena takut kehilangan uang US$ 10 padahal mereka bisa saja mendapatkan untung US$ 15. Tindakan ini menurut Dr Martino disebut dengan 'loss aversion' atau takut kehilangan.
Untuk mengetahui fungsi amygdala pada otak manusia, peneliti menguji dua orang perempuan dengan kondisi genetik langka yang disebut dengan penyakit Urbach-Wiethe. Penyakit itu menyebabkan kerusakan bagian amygdala dan membuat seseorang tidak bisa mengontrol rasa takut atau emosi lainnya.
Peneliti membandingkan kedua perempuan itu dengan 12 partisipan lainnya yang tidak memiliki penyakit tersebut. Studi ini hanya menggunakan sedikit partisipan karena secara etika, tidak etis rasanya melukai dan membongkar isi otak manusia untuk mengetahui apa yang terjadi di dalamnya.
Para partisipan diminta untuk melakukan judi dimana akan ada dua kemungkinan yang dihasilkan. Kemungkinan pertama adalah partisipan akan memenangkan US$ 20 atau kehilangan US$ 5. Kemungkinan kedua adalah partisipan akan memenangkan atau kehilangan US$ 20.
Hasilnya menunjukkan kedua perempuan yang punya penyakit Urbach-Wiethe ternyata memilih pilihan kedua, yaitu mengambil risiko kehilangan yang lebih besar. Hal ini membuktikan bahwa bagian amygdala pada otaknya memang tidak berfungsi sehingga ia cenderung tidak takut kehilangan uang.
"Seseorang dengan amygdala normal harusnya bisa lebih berhati-hati dalam bertindak dan punya rasa takut akan kehilangan," kata Ralph Adolphs.
Studi yang dilaporkan dalam the Proceedings of the National Academy of Science ini membantu menjelaskan mengapa ada sebagian orang yang berani mengambil risiko dan ada yang tidak. Jika seseorang tidak punya rasa takut, mungkin bagian amygdala dalam otaknya mengalami kerusakan yang mungkin disebabkan oleh faktor genetik atau DNA.(fah/ir)
source: www.detik.com
Selasa, Februari 09, 2010
Rasa Bosan Mempercepat Kematian
Berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh peneliti dari University College London, orang yang sering mengeluh bosan memiliki risiko meninggal dunia akibat penyakit jantung dan stroke dua kali lebih besar dibanding orang yang jarang merasa bosan.
Lebih dari 7.000 partisipan berusia 35 hingga 55 tahun diikutsertakan dalam studi ini. Para partisipan tersebut dimonitor kehidupannya selama 25 tahun.
Hasilnya menunjukkan partisipan yang sering merasa bosan selama hidupnya, diketahui 40 persen lebih banyak yang meninggal dunia pada akhir studi. Sementara itu, partisipan yang jarang merasa bosan atau bisa mengatasi rasa bosannya dengan baik masih bisa bertahan hingga studi berakhir.
Hasil survei yang dipublikasikan dalam the International Journal of Epidemiolog ini juga menunjukkan bahwa wanita dua kali lebih cepat merasa bosan ketimbang pria. Pegawai yang masih muda dan pekerja bawahan pun dikategorikan sebagai golongan yang paling rentan mengalami kebosanan.
Berawal dari rasa bosan kerja, sekolah atau beraktivitas, lama kelamaan bisa menjadi bosan hidup. Kebanyakan orang yang merasa bosan menghabiskan waktunya dengan melakukan kebiasaan tidak sehat seperti minum alkohol, merokok dan lainnya. Menurut peneliti, semua kebiasaan buruk itu membuat umur hidupnya menjadi lebih pendek.
"Penemuan ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat erat antara rasa bosan dengan penyakit jantung atau stroke. Saat merasa benar-benar bosan, sebaiknya seseorang mencari sesuatu yang lebih menarik dan menyenangkan daripada beralih pada kebiasaan buruk seperti merokok atau minum-minum," kata psikolog Graham Price seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (9/2/2010).
Sebuah tips diberikan Price untuk mengatasi rasa bosan. "Jika sedang bosan, cobalah pikirkan sesuatu yang bisa Anda lakukan untuk orang lain. Rasa bosan biasanya muncul jika otak selalu berpikir tentang saya, saya dan saya. Cobalah berpikir apa yang bisa saya lakukan untuk keluarga, teman, rekan atau orang lain," ujarnya.(fah/ver)
source: www.detik.com
Senin, Februari 08, 2010
Lawan Rasa Sakit Dengan Bernapas Pelan-pelan
Kebanyakan orang dewasa yang sehat bernapas sebanyak 12-14 kali dalam satu menit. Namun dengan bernapas secara pelan-pelan hanya 6 kali napas dalam satu menit dapat menjadi efek yang kuat untuk mengurangi rasa sakit.
Cara bernapas seperti ini tidak hanya memberikan efek jangka pendek dengan mengurangi rasa sakit akibat terluka atau luka bakar. Tapi dapat membantu ribuan orang yang mengalami penyakit kronis pada sendi dan ototnya.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan baru-baru ini didapatkan seseorang bisa menahan rasa sakit yang lebih baik dan lebih lama jika melakukan cara bernapas perlahan-lahan dan secara dalam. Selama ini orang bernapas secara perlahan-lahan agar menjadi rileks saat dilanda gugup atau takut.
Seperti dikutip dari Dailymail, Senin (8/2/2010) studi ini dilakukan oleh peneliti dari Amerika Serikat yang mempelajari sekelompok perempuan setengah baya yang sehat dengan perempuan yang memiliki penyakit fibromyalgia. Penyakit ini dapat menimbulkan rasa sakit tapi tanpa ada penyebab yang jelas.
Kedua kelompok perempuan ini diberikan rasa panas dengan temperatur yang berbeda pada bagian tangannya, lalu para ilmuwan mengukur seberapa banyak rasa sakit yang bisa ditolerir. Ternyata didapatkan perempuan yang hanya bernapas setengah dari jumlah napas normal dapat mengurangi rasa sakit yang dirasakan.
Hal ini disebabkan karena dengan bernapas secara perlahan-lahan dapat memberikan efek yang langsung pada sistem saraf simpatik. Saraf simpatik adalah serat di dalam sistem saraf pusat yang membantu mengontrol aliran darah serta temperatur kulit.
Berdasarkan hasil penelitian ini, jika seseorang mengalami rasa sakit akibat sebab apapun usahakan untuk bernapas secara perlahan-lahan dan mendalam. Karena dengan bernapas seperti itu dapat mengurangi rasa sakit yang dirasakan.
(ver/ir)
source: www.detik.com
Kamis, Februari 04, 2010
Kucing Mampu Prediksi 50 Kematian di Panti Jompo
Oscar adalah kucing yang tinggal di panti jompo Steere House Nursing and Rehabilitation Centre di Providence, Rhode Island. Panti jompo ini khusus merawat pasien usia lanjut yang terkena penyakit demensia (pikun).
Dr David Dosa, seorang geriatrik (ahli penyakit lanjut usia) yang juga asisten profesor di Brown University AS mengatakan, dalam 5 tahun terakhir kucing Oscar mencatat rekor jarang salah terhadap prediksi pasien yang akan meninggal. Malahan perawatnya yang justru salah memprediksi pasien yang dianggap sudah mendekati kematian.
Dr David kemudian mempublikasikan kemampuan Oscar tersebut dalam sebuah artikel di New England Journal of Medicine pada tahun 2007. Kisah Oscar tersebut kini dibukukan dalam buku berjudul "Making Rounds with Oscar: The Extraordinary Gift of an Ordinary Cat".
Banyaknya jumlah kematian yang diprediksi kucing Oscar membuat ahli geriatrik yakin bahwa itu bukan kebetulan saja. Mereka menduga Oscar mampu mendeteksi adanya sinyal kimia di tubuh pasien yang akan meninggal.
Kucing Oscar akan berdiri di depan kamar pasien dan kadang menggores-goreskan pintu agar dia dapat masuk. Biasanya beberapa jam setelah berperilaku seperti itu, pasien yang didatangi Oscar akan meninggal.
Tapi ketika perawat mencoba meletakkan Oscar di tempat tidur pasien,-- yang menurut perawat, pasien itu sudah mendekati kematian--, Oscar malah melompat pergi.
Oscar lalu memilih kamar lain dan terbukti prediksi kucing itu lebih akurat karena pasien yang didatangi Oscar meninggal malam itu. Sementara pasien pertama yang diduga perawat akan meninggal masih bertahan selama dua hari lagi.
Dr David dan stafnya sangat yakin akan keakuratan perilaku Oscar dan mereka akan memberitahukan anggota keluarga si pasien ketika kucing melompat ke tempat tidur dan duduk di samping penghuni kamarnya.
"Perilaku Oscar bukan seperti berleha-leha. Dia akan menyelinap keluar selama dua menit lalu dia akan kembali di sisi pasien. Seolah-olah dia benar-benar sedang berjaga," tulis Dr David seperti dikutip Telegraph, Rabu (3/2/2010).
Dr David mencatat perawat di panti jompo itu memelihara 5 kucing lainnya tetapi tidak satu pun yang kelakuannya seperti kucing Oscar. Namun Dr David tidak bisa menjelaskan secara ilmiah mengenai perilaku Oscar ini.
Dia hanya menduga kucing Oscar memiliki kemampuan seperti anjing yang bisa mencium bau kanker untuk mendeteksi adanya keton, bikomia yang dilepaskan oleh sel-sel mati.
Kehadiran Oscar telah menjadi penting karena semakin mendekatkan pasien, kerabat dan teman-temannya. Tak sedikit keluarga pasien yang memberikan penghargaan ke Oscar ketika mengumumkan kematian keluarganya di surat kabar.(ir/fah)
source: www.detik.com
Rabu, Februari 03, 2010
SheilaOn7 - BuatAkuTersenyum
Bis dengerin lagu itu,langsung kepegen posting liriknya n download-anny.
Buat Aku Tersenyum
datanglah sayang dan biarkan ku berbaring
di pelukanmu walau untuk sejenak
usaplah dahiku dan kan kukatakan semua
reff: bila ku lelah tetaplah di sini
jangan tinggalkan aku sendiri
bila ku marah biarkan ku bersandar
jangan kau pergi untuk menghindar
rasakan resahku dan buat aku tersenyum
dengan canda tawamu walau untuk sekejap
karna hanya engkaulah yang sanggup redakan aku
reff2: karna engkaulah satu-satunya untukku
dan pastikan kita kan selalu bersama
karna dirimulah yang sanggup mengerti aku
dalam susah ataupun senang
dapatkah engkau selalu menjagaku
dan mampukah engkau mempertahankan aku
Gadis Cilik Berwajah Nenek-nenek Akibat Kelainan Genetik


New York, Usia Zara Hartshorn baru 13 tahun tapi jika melihatnya tidak ada orang yang percaya bahwa dia masih anak-anak. Kulit Zara keriput dan badannya kurus lebih sesuai dengan perawakan nenek-nenek ketimbang anak-anak.
Gara-gara penyakit langka Lipodistrofi, Zara kehilangan masa indah kanak-kanaknya. Penyakit kelainan genetik itu diturunkan dari sang ibu.
Zara dulunya adalah bocah kecil yang lucu dan percaya diri sebelum Lipodistrofi menyerang tubuhnya. Namun saat berusia 5 tahun mulai ada tanda-tanda keriput di wajahnya. Teman-temannya pun mulai mengejeknya karena melihat wajahnya yang aneh.
Zara selalu pulang ke rumah sambil menangis dan bertanya pada ibunya mengapa dirinya berbeda dengan teman-teman yang lain. Ketika usianya makin gede, kecemasan tersebut semakin meningkat.
Zara terpaksa harus keluar dari sekolahnya karena perilaku kekerasan yang dilakukan teman-temanya sudah sangat keterlaluan. Itu karena teman-temannya pun sangat tidak paham apa yang menimpa Zara yang terlihat keanehan.
Sopir bus pun selalu menertawakannya setiap kali dirinya ingin membayar ongkos untuk anak-anak. Tak hanya itu dirinya setiap hari juga harus menghadapi tatapan mata mengejek di sepanjang jalan serta anak-anak kecil yang memanggilnya nenek-nenek.
"Rasanya saya selalu diawasi oleh setiap orang di jalan saat kemanapun saya pergi, hal ini sangat tidak menyenangkan. Saya selalu merasa takut dan marah," ujar Zara dirumahnya di daerah Utara Inggris, seperti dikutip dari ABCNews, Rabu (3/2/2010).
Ibunda Zara, Tracey Pollard (41 tahun) mengungkapkan sangat mengerti bagaimana rasa sakitnya, ini disebabkan sang ibunda juga dilahirkan dengan kondisi memiliki lipodistrofi.
"Aku sangat sedih mengetahui anakku harus melalui semua hal yang pernah aku lewati dalam kehidupan sebelumnya. Saya benar-benar marah pada diri saya sendiri, kenapa anak saya harus mengalami apa yang saya alami," ujar Pollard.
Anak pertama yang dilahirkan Pollard yaitu Gareth tumbuh dengan sehat, karena itu Pollard berpikir anak-anaknya akan aman. Dua adik dari Gareth hanya menunjukkan gejala yang sangat ringan, tapi saat Zara dilahirkan justru mengalami hal yang sama dengan ibunya.
"Setiap kali melihat wajah saya dicermin, saya sangat tidak menyukainya. Terkadang ingin sekali saya menarik seluruh kulit yang ada di tubuh ini. Jika remaja lain khawatir akan adanya jerawat di wajah, saya justru lebih khawatir mengenai operasi atau hal-hal mengerikan lainnya," ungkap Zara.
Saat ini Zara tinggal di rumah bersama ibu dan saudara perempuannya. Di rumah, Zara merasa aman dan dicintai serta tak ada seorang pun yang mengolok-oloknya. Berbeda jika dirinya keluar rumah, rasa takut dan marah akan selalu menderanya.
Lipodistrofi adalah penyakit genetik yang diturunkan dari orangtua. Kelainan genetik ini merampas kemampuan tubuh untuk memproduksi sel-sel lemak di bawah kulit.
Lipodistrofi bisa menyebabkan penderitanya mengalami diabetes, penyakit jantung, stroke atau masalah pada hatinya. Sampai saat ini belum ada obat yang bsia menyembuhkan atau mengembalikan fungsi dari jaringan lemak dalam tubuhnya.
"Jaringan lemak dalam tubuhnya tidak tumbuh dengan benar sehingga jaringan lemak yang normal semakin menyusut yang membuat penderita terlihat lebih tua, keriput dan abnormal," ujar Dr Donald Kotler dari St. Luke's Roosevelt Hospital di New York City.
Selain Lipodistrofi, ada juga penyakit lain yang membuat seseorang terlihat lebih tua dari usianya yaitu Progeria atau dikenal dengan penyakit HGPS (Hutchinson-Gilford Progeria Syndrome).
Proses penuaan pada penderita progeria terjadi dengan kecepatan 4-7 kali lipat dari proses penuaan normalnya, jika berusia 10 tahun maka bisa saja anak terlihat seperti berusia 40 tahun.
Hal yang membedakan adalah Progeria bisa terjadi pada siapa saja dan bukanlah penyakit turunan, sedangkan Lipodistrofi hanya terjadi pada orang yang memiliki riwayat penyakit tersebut dalam keluarganya.
(ver/ir)
source: www.detik.com
Pakai Koyo Nikotin 6 Bulan Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Standar terapi koyo nikotin yang disarankan industri yang memproduksi koyo tersebut adalah 2 bulan. Namun dalam sebuah studi yang melibatkan 568 orang perokok, terbukti bahwa perokok yang memperpanjang masa pemakaian koyo nikotin menjadi 6 bulan lebih bisa menghentikan kebiasaan merokoknya 2 kali lipat dibanding partisipan yang hanya memakai koyo nikotin selama 2 bulan.
Di akhir studi 31,6 persen partisipan berhasil tidak merokok lagi setelah 6 bulan memakai koyo nikotin. Dalam laporan yang dimuat di Annals of Internal Medicine juga disebutkan bahwa perokok yang memperpanjang masa terapinya menjadi 6 bulan, lebih bisa mengekang nafsunya untuk merokok lagi pada masa-masa relapse (kambuh).
"Hasil studi kami menunjukkan, perokok yang kambuh lagi saat mencoba untuk berhenti merokok bisa tertolong dengan meneruskan memakai koyo tersebut," kata Robert Schnoll, profesor psikiatrik dari University of Pennsylvania School of Medicine seperti dilansir Health, Rabu (3/2/2010).
Setelah 1 tahun, partisipan yang benar-benar bisa berhenti merokok adalah sebanyak 14,5 persen. Keberhasilan terapi nikotin ini membuktikan bahwa dengan pemakaian yang konsisten, tidak ada yang tidak mungkin bagi perokok yang ingin berhenti merokok.
(fah/ir)
yep yep yep,pastinya dengan kemauan dari dalam diri sendiri yang kuat tuk berhenti merokok, tu juga penting.
source: www.detik.com
Bunuh Diri Bisa Diturunkan Lewat Genetik
Itu berarti sudah ada gen di dalam tubuh si pelaku ditambah kondisi yang membuatnya depresi yang dengan cepat ingin mengakhiri hidupnya. Jadi hati-hati kalau punya keinginan bunuh diri coba telusuri riwayat keluarga jangan-jangan sudah ada gennya yang menurun.
Peneliti melakukan investigasi terhadap 394 partisipan yang depresi, 113 diantaranya sudah melakukan bunuh diri. DNA mereka kemudian dibandingkan dengan 366 orang dalam keadaan sehat.
Hasilnya menunjukkan ada kecenderungan riwayat bunuh diri pada satu garis keturunan. Terdapat lima perubahan kode genetik yang sama pada individu dengan riwayat keluarga yang pernah mencoba bunuh diri dan sudah melakukan bunuh diri.
Bagian yang mempengaruhi keinginan bunuh diri disebut dengan varian gen Nucleotide Polymorphisms (SNPs). Varian tersebut akan mempengaruhi dua gen yang berhubungan dengan formasi sel-sel saraf dan pertumbuhannya dalam otak. Gen itu juga yang mempengaruhi keputusan seseorang untuk mengakhiri hidupnya.
Seseorang yang memiliki gen tersebut dalam tubuhnya berisiko 4,5 kali lebih besar mengalami percobaan bunuh diri dibanding seseorang yang tidak membawa gen tersebut dalam tubuhnya.
Studi yang dipimpin oleh Dr Martin Kohli dari the John P Hussman Institute for Human Genomics in Miami, Amerika ini dipublikasikan dalam Journal Archives of General Psychiatry.
"Bunuh diri ternyata dapat diturunkan dalam sebuah keluarga. Adanya kesamaan fenotip dalam satu garis keturunan memungkinkan hal ini bisa terjadi. Tapi risiko bunuh diri karena faktor genetik ini berbeda dengan bunuh diri karena gangguan psikologi atau depresi," kata Dr Martin seperti dilansir Telegraph, Rabu (3/2/2010).
(fah/ir)
source: www.detik.com
Minyak Ikan Melawan Penyakit Jiwa Schizophrenia
Mengonsumsi minyak ikan selama 3 bulan setiap harinya bisa memiliki dampak yang sama efektifnya dengan obat-obatan, seperti mengurangi risiko terkena schizofrenia sebesar 25 persen. Peneliti percaya kandungan omega-3 dalam minyak ikan ini bisa membuat jantung menjadi sehat serta efek yang menguntungkan bagi otak.
"Temuan bahwa dengan bahan alami bisa mencegah atau paling tidak menunda gangguan awal psikotik (kejiwaan) dapat memberikan harapan bahwa kemungkinan besar ada pengobatan alternatif untuk obat antipsikotik," ujar peneliti Dr Paul Amminger seperti dikutip dari BBC, Selasa (2/2/2010).
Obat antipsikotik yang ampuh biasanya memiliki efek samping yang serius, sehingga banyak orang yang tidak menggunakan obat tersebut. Tapi para ilmuwan menuturkan jika menggunakan suplemen minyak ikan pada umumnya dapat ditoleransi dengan baik oleh tubuh.
Tim peneliti internasional yang terdiri dari peneliti Austria, Australia dan Swiss melibatkan 81 orang yang dianggap memiliki risiko tinggi masalah kejiwaan. Subyek yang dianggap memiliki risiko tinggi adalah orang yang memiliki riwayat keluarga schizofrenia, gangguan kejiwaan lainnya atau menunjukan gejala-gejala ringan dari kondisi kejiwaan tersebut.
Dalam penelitian ini partisipan dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok mengonsumsi suplemen minyak ikan yang mengandung 1,2 gram asam lemak omega-3 selama 12 minggu, sedangkan kelompok lain mengonsumsi obat plasebo.
Dr Amminger dan tim mengamati partisipan selama 1 tahun untuk melihat adakah subyek yang mengembangkan gangguan kejiwaan. Didapatkan dari kelompok yang mengonsumsi suplemen minyak ikan hanya ditemui 2 orang yang mengembangkan gangguan kejiwaan, sedangkan dari kelompok obat plasebo sebanyak 11 orang.
Para ilmuwan percaya bahwa asam lemak omega-3 yang terkandung dalam minyak ikan dapat mengubah sinyal di dalam otak sehingga memiliki efek yang menguntungkan.
"Jika minyak ikan bisa mencegah gangguan kejiwaan, maka hal ini akan lebih baik dibandingkan harus memberikan obat antipsikotik yang dapat memberikan efek pada berat badan atau disfungsi seksual. Sedangkan omega-3 benar-benar bisa bermanfaat bagi tubuh tanpa ada efek kesehatan lain," ujar Alison Cobb dari badan amal kesehatan mental Mind.
(ver/ir)
source :www.detik.com
Selasa, Februari 02, 2010
i am,who?
useless....
skrg,qolbun mayyit kali yak, paragh bgt, udah cuek bgt, ud bodo amatan, bner2 paragh. byk pnyakit hati yg bersarang. ga sabaran. i wanna be alone....

